Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

‎Penyakit Tak Sembuh, Mekanik Ini Pilih Gantung Diri

Tim Redaksi: Jumat, 07 Juli 2017 | 16:48 WIB


Gantung diri

Putus asa penyakit paru - paru diderita tak sembuh, membuat Dony Arsip alias Nasib (51) mengakhiri hidup dengan gantung diri. 

 Pria berprofesi sebagai mekanik elektronik melakukan bunuh diri di kamar rumahnya di Gang Juminten, Kel. Mabar Hilir, Kec. Medan Deli, Jumat (7/7) pukul 11.30 WIB.

 Ceritanya, selama ini korban sudah lama menderita penyakit paru - paru, upaya untuk berobat sudah berulang kali dilakukan korban, namun, penyakit yang dideritanya tak juga sembuh.

 Bertahun - tahun menderita penyakit itu, membuat korban putus asa. Nah, pagi itu, istrinya, Yusmalina ingin pergi kerja permisi dengan korban yang sedang tidur di kamar.

 Korban meminta kepada istrinya agar mengunci pintu rumah dari luar, kemudian, Yusmalina pergi kerja. Ketika istirahat siang, Yumalina pulang ke rumah untuk ‎makan siang.

 Alangkah terkejutnya Yusmalina melihat di kamar suaminya telah gantung diri dengan tali ‎timba, Yusmalina menjerit histeris memberitahukan kepada warga.

 Warga sekitar mendengar itu berduyun - duyun mendatangi rumah korban, melihat itu, warga menghubungi polisi. Petugas Polsek Medan Labuhan datang ke lokasi melakukan olah TKP.

 Dari hasil pemeriksaan polisi tidak ada ditemukan tanda kekerasan, kondiri korban yang tergantung diturunkan untuk diidentifikasi. Keluarga tidak keberatan atas kematian korban membuat surat pernyataan.

 "Suami saya ini memang sudah bertahun sakit, tadi pagi waktu saya pergi kerja, dia (korban) minta pintu dikunci dari luar, dia biasa keluar dari pintu belakang. Makanya tadi pagi saya kunci dari luar, rupanya pulang makan saya lihat suami saya sudah bunuh diri," ungkap Yusmalina kepada polisi.

 Setelah melakukan olah TKP, pihak kepolisian mengamankan barang bukti dan menerima saksi, serta menerima surat keberatan dari pihak keluarga.

 Kanit Reskrim Polsek Medan Labuhan, AKP Ponijo dikonfirmasi mengatakan, korban murni gantung diri, dari hasil pemeriksaan tidak ada ditemukan tanda kekerasan.

 "Korban selama ini sakit paru - paru, jadi putus asa karena penyakitnya tak sembuh. Istrinya tidak keberatan makanya jenazah tidak kita visum ke rumah sakit," kata Ponijo. (mu-1)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait