Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

MCK Umum Terbengkalai, Pejabat Ini Salahkan Warga Binjai

Tim Redaksi: Kamis, 06 Juli 2017 | 19:01 WIB

Lokasi MCK Umum yang terbengkalai

 Fasilitas mandi, cuci, dan kakus (MCK) untuk ma­syarakat umum, di Jalan Tuanku Imam Bonjol, Gang Melati, Lingkungan III, Kelurahan Setia, Kecamatan Bin­jai Kota, tepat di tepi Sungai Ba­ngkatan, terkesan terbengkalai.

Pasalnya proyek Tahun Ang­ga­ran 2015 senilai Rp 320 juta itu, hingga kini belum bisa digunakan masyarakat, menyusul be­lum di­leng­­kapinya beberapa sarana pen­du­kung, terutama ma­salah ke­te­r­se­diaan air dan aliran listrik.

Rizki (34), salah seorang warga se­tempat, Kamis (06/07/17) mengaku ke­cewa. Sebab ketiadaan fasilitas MCK umum membuat masyarakat te­­tap menerapkan pola hidup tidak se­hat, karena lebih memilih mandi, men­cuci, dan buang air di sungai.

"Pada dasarnya, kami hanya meng­harapkan adanya perhatian dari Pemerintah Kota Binjai, agar ba­ngunan MCK ini bisa cepat di­gu­nakan masyarakat. Jangan sam­pai ini jadi proyek sia-sia," te­rang ayah satu anak itu.

Keluhan serupa turut diung­kap­kan Imran (36), warga lainnya. Bah­­kan dia menilai kinerja Dinas Pe­kerjaan Umum Pemerin­tah Kota Bin­jai sangat mengece­wa­kan, ka­rena dianggap tidak mampu me­laksanakan dan mengawasi penger­ja­an itu dengan baik.

"PU itu cuma bisa janji. Sebab me­reka sempat bilang, segala yang ku­­rang pada bangunan MCK itu akan segera ditambahkan. Paling lama di bulan April kemarin. Tapi sam­­pai sekarang, tidak juga ada rea­lisasinya," seru Imran.

Menanggapi keluhan masyarakat, Kepala Bidang Cipta Ka­rya Dinas Pekerjaan Umum Pe­merintah Kota Binjai, Ridho In­dah Purnama, malah menanyakan masyarakat dengan mengatakan " Tanya masyarakatnya dulu kenapa ? Terkadang udah dibantu dibangun tapi penguatan lembaga KSMnya kurang ada tanggung jawabnya," terangnya, Kamis (06/07) sore.

Ridho juga mengatakan pihaknya akan melakukan pengecekan MCK umum yang terbengkalai tersebut " Nanti kami cek kebetulan ada UPTD baru di dinas Pupr yang akan melakukan oprasional dan pemeliharaan PAL," ungkapnya.

Masih kata Ridho terbengkalaunya MCK umum tersebut karena masyarakat tidak mampu mengurusnya dan masyarakat tidak ada yang jeli memanfaatkan bantuan yang diberikan

" Karena sudah terbukti masyarakat juga tidak mampu mengurusnya, Iuran tdk ada dan tidak ada yang jeli memanfaatkan bantuan yang ada," tandasnya.(hendra)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait