Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Jalan Tembus Palas-Madina Masih Sempit

Tim Redaksi: Selasa, 11 Juli 2017 | 17:29 WIB

Masih sempit



  Hingga kini, kondisi dan keadaan badan jalan lintas, yang dimatangkan akan mempersingkat jarak tempuh dari daerah Kabupaten Padang Lawas (Palas), tembus menuju ke daerah Kabupaten Mandailing Natal (Madina), keadaannya masih sempit dan ramai pengguna jalan.

  Pantauan wartawan, Selasa (11/7/2017), seperti di titik jalan mulai dari Desa Sayur Mahincat, di Kecamatan Barumun Selatan (Barsel), hingga sampai di titik Desa Hapung Kecamatan Sosa, sebagai titik nol jalan yang akan ditembuskan ke Madina.

  Terlihat jelas ukuran lebar badan jalan yang sempit, hanya sekitar selebar 3,5 meter saja. Sementara, jumlah kenderaan bermotor dan masyarakat sekitar jalan lintas itu, terbilang ramai memanfaatkan jalan. Seperti pengendara becak bermotor (betor) dan anak-anak sekolah.

  "Memang, bila jalan tembus Palas-Madina ini benar dilaksanakan, tentu akan semakin dekat jarak dari Palas ke Madina," sebut Dian Hasibuan, satu warga Desa Gajah, Kecamatan Sosa, saat berbincang dengan wartawan.

  "Saat ini, kami dari desa ini, bila akan menuju ke daerah Madina, harus memutar jalan via padang sidempuan baru ke Madina, waktunya sekitar 8 sampai 9 jam perjalanan. Tapi, kalau jalan ini bisa ditembuskan ke Madina, waktu tempuhnya hanya sekitar 1,5 sampai 2 jam saja ujarnya.

  Tentu, lanjutnya, dengan jarak tempuh yang dekat dan singkat, akan menghemat biaya perjalanan. "Jadi, bila jalan tembus Palas-Madina itu dikerjakan, maka harus dilakukan perlebaran badan jalan. Tapi, saat ini belum tampak dikerjakan," sebut Dian.

  "Setidaknya, untuk membuka akses jalan lintas tembus Palas-Madina tersebut, lebar badan jalannya 8 meter atau jalan jalur dua," katanya.

  Sementara itu, Rijal Nasution, warga di Kecamatan Sosa menyebutkan, rencana pembangunan jalan lintas Palas-Madina via Desa Hapung itu baik, untuk mempersingkat jalan tempuh kedua daerah. Tapi, saat ini, kondisi jalan tembus itu belum dimulai.

  "Sedangkan, kondisi dan keadaan badan jalan lintas Palas-Riau (jalan lintas provsu-red), yang setiap harinya semakin padat dilewati kenderaan besar, seperti bus, truck fuso/trailer, truck tangki CPO atau BBM. Kondisi jalannya masih rusak parah dan belum dilebarkan," ubgkapnya.

  Oleh karena itu, Rijal berharap besar kepada pemerintah, agar lebih memprioritaskan pekerjaan peningkatan dan perbaikan badan jalan lintas provsu Palas-Riau. "Saya pikir, lebih besar manfaatnya jalan lintas Palas-Riau duluan di perbaiki, baru buka jalan Palas-Madina," pungkasnya. (pls-1)




Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait