Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Jalan Provsu Parah, Uang Masyarakat Palas ke Daerah Lain

Tim Redaksi: Rabu, 12 Juli 2017 | 15:22 WIB



 

  Muhammad Ishaq Pohan, satu tokoh masyarakat Palas.
  Akibat masih buruknya sarana infrastruktur jalan lintas Provinsi Sumut (provsu) di daerah Kabupaten Padang Lawas (Palas), mengakibatkan perputaran di kalangan warga masyarakat di daerah Palas lari ke daerah lain.

  Hal ini diungkapkan tokoh masyarakat Palas, Muhammad Ishaq Pohan, kepada wartawan, Rabu (12/7/2017). "Gimana ekonomi masyarakat di Kabupaten Palas baik, bila sarana jalannya masih buruk dan kupak-kapik," ungkapnya.

  "Saya sudah berjalan ke Desa Papaso, Kecamatan Batang Lubu Sutam (Batsm), desa di ujung Kabupaten Palas. Sarana jalannya cukup parah untuk masyarakat menuju ke Pasar Panyabungan di Kecamatan Hutaraja Tinggi (Huragi), maupun ke Pasar Ujung Batu, Kecamatan Sosa," ujarnya.

  Akibatnya, warga masyarakat di daerah Papaso ini lebih baik membelanjakan uangnya ke Kota Pasir Pangaraian, Kabupaten Rohul, Riau, yang sarana jalannya sudah lebih baik.

  "Mau belanja ke Pasar Panyabungan ataupun ke Pasar Ujung Batu, jarak tempuhnya sekitar 1,5 jam sampai 2 jam dengan melewati jalan yang rusak parah. Tapi, bila belanja ke Kota Pasir Pangaraian dari Papaso hanya menempuh waktu selama 45 menit sampai 1 jam saja," ujarnya.

  Mari kita hitung, lanjutnya, dari Desa Papaso sampai ke Desa Muara Tige, perbatasan Palas, Sumut dengan Rohul, Riau, hanya sejauh 6-7 kilometer dengan kondisi jalan provsu yang rusak parah. Waktu tempuhnya sekitar 15 menit.

  "Tapi, setelah lewat perbatan Desa Muara Tige dengan Desa Tangun, Rohul. Menuju ke Kota Pasir Pangaraian, kondisi jalannya sudah bagus. Jarak tempuhnya hanya sekitar 30 menit sampai 45 menit. Makanya uang dari masyarakat dari Pir Trans dan Papaso, lebih banyak dibelanjakan ke Pasir Pangaraian, Rohul," terangnya.

  Begitu juga, tambahnya, dengan kondisi dan keadaan jalan provsu di daerah Binanga dan Huristak, Palas yang juga masih rusak.

  "Warga masyarakat di daerah Binangan dan Huristak lebih banyak belanja ke Kota Gunung Tua, Paluta, daripada ke Kota Sibuhuan, ibukota Palas. Sebab, waktu tempuh dari Binanga atau Huristak ke Gunung Tua, hanya sekitar 30 menit sampai 1 jam. Kondis jalannya bagus," katanya.

  Sedangkan, bila masyarakat dari Binanga dan Kecamatan Huristak hendak berbelanja ke Kota Sibuhuan, disebabkan kondisi jalan provsu masih buruk, sehingga waktu tempuhnya lebih lama, berkisar 1,5 jam hingga 2 jam.

  "Sudah pastilah warga masyarakat dari Binanga dan Huristak membelanjakan uangnya ke Gunung Tua. Makanya, kita berharap Pemprovsu bisa lebih fokus meningkatkan dan memperbaiki kondisi jalan provsu Palas ini. Malu kita dengan daerah lain yang jalan lintasnya sudah bagus," pungkasnya.(pls-1) 

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait