Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Harga Gula Pasir di Palas Variatif, Grosir Dapat Hutang Barang dari Pemasok

Tim Redaksi: Minggu, 30 Juli 2017 | 15:48 WIB

Gula pasir



Harga jual gula pasir di tingkat pengecer kepada masyarakat di Kabupaten Padang Lawas (Palas) cenderung variatif, berkisar Rp 13.000 hingga Rp 14.000/kilogram. Pasokan gula pasir yang masuk ke daerah ini pun relatif stabil.


Sedangkan di tingkat grosir, harga jual gula pasir berksar Rp 600.000 sampai Rp 610.000/karung isi 50 Kg. Sejumlah grosir di daerah ini mengaku, pasokan gula pasir datang dari pemasok Tebing Tinggi dan Medan dengan cara tangguh pembayaran, istilahnya dapat hutang barang.


Masheni, satu pengecer gula pasir di Pasar Ujung Batu, Minggu (30/7/2017) mengatakan, sampai kini ia masih menjual gula pasir di harga Rp 14.000/Kg. Gula pasir yang dijualnya berjenis gula pasir tebu yang berwarna kekuningan, bukan gula pasir kristal putih.


"Sampai kini harga jual gula pasir di toko saya masih Rp 14.000 perkilo. Kalau belinya, Rp 605.000 sampai Rp 610.000/karung beratnya 50 kilo. Biasanya, dalam sebulan, sekarung gula pasir 50 kilo habis dijual," sebutnya.


Disebutkannya lagi, harga jual gula pasir ke masyarakat sempat turun menjelang lebaran idul fitri kemarin. Disebabkan, banyaknya gula pasir beredar di masyarakat lewat kegiatan pasar murah. Waktu itu, harga jual gula pasir di tokonya Rp 12.000-Rp 13.000/Kg.


Sementara, Megawati, satu pengecer gula pasir di Desa Ujung Batu menyatakan, harga jual gula pasir di tempatnya sebesar Rp 13.000/Kg. Sedangkan harga pembelian satu karung gula pasir seberat 50 Kg dari grosir sebesar Rp 600.000-Rp 605.000.


"Di sini harga gula pasir Rp 13.000 perkilo dijual. Kalau belinya dari grosir Rp 600.000 sampai Rp 605.000 perkarung 50 kilo. Dalam sebulan, biasanya satu karung setengah gula pasir terjual. Masyarakat di sini lebih suka gula pasir yang warna kuning daripada yang warna putih," terangnya.


Informasi diperoleh dari salah satu grosir di Kecamatan Sosa, Onan Siregar, pemilik Toko Tonggol menyebutkan, pihaknya mendapat pasokan gula pasir dari Tebing Tinggi dan Medan dengan sistem tangguh pembayaran, atau mendapat hutang barang.


"Dalam seminggu sebanyak 7 sampai 10 karung gula pasir dipasok ke toko saya. Gula yang tidak tidak langsung dibayar, tapi tunggu terjual baru dibayar, pada saat pasokan gula minggu depannya datang. Gula yang minggu depan datang, juga begitu seterusnya," ungkapnya.


"Harga satu karung gula pasir berat 50 kilo kami beli Rp 590.000 sampai Rp 595.000 perkarung. Dijual ke pengecer seharga Rp 600.000 sampai Rp 610.000 perkarung. Gula pasir yang laku dijual di sini, gula pasir tebu," jelasnya.(pls-1)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait