Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Fraksi PDIP DPRD Medan Kecam Keras Penggusuran Pasar Bulan

Tim Redaksi: Rabu, 26 Juli 2017 | 02:30 WIB


Penertiban dan penggusuran ratusan kios milik pedagang Pasar Bulan di Jalan Bulan, Kecamatan Medan Kota yang dilakukan oleh Satpol PP Kota Medan, membuat berang Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) DPRD Kota Medan.

Ketua Fraksi PDIP DPRD Kota Medan, Hasyim SE, mengecam keras penggusuran tersebut. Dia menilai penggusuran Pasar Bulan itu tidak memiliki konsep yang baik.

Dikatakannya, penggusuran itu Pemerintah Kota (Pemko) Medan belum memiliki rencana yang jelas untuk merelokasi para pedagang yang telah digusur tersebut.

“Saya menilai penggusuran para pedagang di Pasar Bulan itu sebagai arogansi Pemko Medan. Soalnya, penggusuran para pedagang tidak disertai dengan solusi yang baik,” ujar Hasyim saat meninjau lokasi penggusuran, Selasa (25/7/2017).

Ketua DPC PDIP Kota Medan ini menambahkan, Pemko Medan harusnya memiliki solusi terlebih dahulu sebelum menggusur kios-kios di Pasar yang dekat dengan Plaza Medan Mall itu.

Soalnya dengan digusurnya kios-kios tersebut, lanjut Hasyim, maka para pedagang Pasar Bulan akan kehilangan mata pencaharian dan otomatis menambah jumlah pengangguran baru di Kota Medan.

“Dengan digusurnya para pedagang itu, maka Pemko Medan tidak menjalankan prinsip ekonomi kerakyatan. Perekonomian rakyat kecil seperti pedagang itu menjadi terancam dan mereka akan jadi pengangguran baru,” ujarnya didampingi Anggota Fraksi PDIP DPRD Medan lainnya yakni Robi Barus, Edward Hutabarat dan Paul Mei Anton Simanjuntak.

Terpisah, aksi penertiban dan penggusuran itu juga mendapat kecaman dari Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan yang juga merupakan Politisi PDIP Henry Jhon Hutagalung.

Kepada wartawan, dia mengaku, pihaknya telah mengundang Walikota Medan, Satpol PP, dan PD Pasar untuk berdiskusi terkait nasib ratusan pedagang. Menurutnya, diskusi belum terealisasi, tapi ratusan kios pedagang di Jalan Bulan sudah dihancurkan.

"Terus terang saya kecewa, dan ini pelecehan kepada PDIP," tegas Henry Jhon.

Dia menjelaskan, dirinya beserta kader PDIP lainnya sudah melakukan kunjungan ke kios di Jalan Bulan. Pedagang di Jalan Bulan, kata Henry Jhon, tidak menolak untuk relokasi, asalkan direlokasi ke pasar tradisional yang tidak jauh dari Jalan Bulan, seperti di Pusat Pasar.

"Mereka maunya pindah ke Pusat Pasar bukan dipecah ke beberapa pasar. Pusat Pasar kan dekat dengan Jalan Bulan, pelanggan tetap mereka tak akan lari. Itu saja permohonan pedagang," ucapnya.

Selain melecehkan PDIP, lanjutnya, Pemko Medan juga sudah mengabaikan proses hukum terkait status kios di Jalan Bulan.

"Tanggal 2 Augustus 2017 mendatang, Pengadilan Negeri akan melakukan sidang terkait status kios di Jalan Bulan," katanya.

Henry Jhon juga mengaku akan mengajak Fraksi PDIP DPRD Sumut untuk menindaklanjuti tindakan penggusuran kios pedagang di Jalan Bulan.

"Kami akan bergabung dengan Fraksi PDIP DPRD Sumut. Banyak pelanggaran dalam penertiban ini. Sengketa kios sebenarnya sudah masuk di Pengadilan, tapi diabaikan oleh Pemko Medan," ketusnya.

Sebelumnya, ratusan Personil gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Medan bersama TNI dan Polisi melakukan penertiban terhadap ratusan pedagang pasar yang berjualan di kios Jalan Bulan, Kecamatan Medan Kota, Selasa (25/7/2017).

Personil Satpol PP yang dipimpin Kasatpol PP Kota Medan M Sofyan dan didampingi Dirut PD Pasar Rusdi Sinuraya, menegaskan pihaknya akan mengembalikan fungsi Jalan Bulan yang merupakan akses transportasi umum.

"Bapak, ibu para pedagang, saya berikan waktu 20 menit untuk menertibkan barang dagangan. Apabila bapak dan ibu tidak mau membereskan dagangannya, maka kami akan lakukan penertiban," ujar M Sofyan dihadapan ratusan pedagang.

Saat aksi penertiban tengah berlangsung, sempat terjadi aksi anarkis. Puluhan pedagang melakukan pelemparan batu dan botol. Akhirnya aksi itu berhasil digagalkan setelah petugas gabungan Satpol PP, TNI dan polisi berhasil memecah barisan pedagang.

Meskipun mendapat perlawanan dan kecaman dari ratusan pedagang, namun aksi penertiban dan penggusuran tetap berlanjut hingga akhirnya seluruh kios rata dengan tanah.(sandy)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait