Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Dugaan Malpraktik Bayi 11 Bulan, Anggota DPRD Sumut Sambangi RSUD Pirngadi

Tim Redaksi: Jumat, 21 Juli 2017 | 08:27 WIB


Dugaan Malpraktik Bayi,
Anggota Dewan
Sambangi RSUD Pirngadi
Menindaklanjuti laporan masyarakat, Anggota DPRD Sumatera Utara Fraksi PDI Perjuangan Sutrisno Pangaribuan kembali bergerak cepat untuk turun ke lapangan.

Kali ini, dia menyambangi RSUD Pirngadi yang berlokasi di Jalan HM Yamin, No.47, Medan, pada Kamis (20/7/2017).

Tujuannya, untuk menindaklanjuti permasalahan terkait dugaan kasus malapraktik yang terjadi pada bayi berumur 11 bulan bernama Ardi Kristopan.

Informasi yang diterima, awalnya kedua orangtua bayi Ardi ingin menyembuhkan penyakit kulit yang tengah diderita anaknya, akibat gatal-gatal karena pemakaian popok bayi.

Menurut ibu sang bayi Demiria, anaknya itu malah mengalami dugaan kasus malapraktik yang menyebabkan mata kirinya buta dan kaki kirinya membusuk.

Mendengar itu, Sutrisno pun mendampingi Demiria dan pihak keluarga lainnya untuk mendatangi pihak RSUD Pirngadi untuk mempertanyakan masalah ini.

Sesampainya di Pirngadi, Sutrisno dan rombongan hanya dijumpai oleh Humas RSUD Pirngadi Medan Edison Perangin angin. Sutrisno meminta Edison agar menghubugi Dirut Pirngadi.

"Sudah bang telepon saja dulu Pimpinan RSUD, soalnya kalau abang yang menjawab pasti normatif. atau memang tidak wajib setiap saat ada di sini," ketus Sutrisno.

Setelah berulang kali Edison mencoba menelepon Kabid Pelayanan Medis RSUD Pirngadi Risma Sinaga, akhirnya Sutrisno dan rombongan pun diterima di ruang rapat RSUD.

Saat berdiskusi, Ibu Ardi, Demiria mengaku kesal atas kondisi yang tengah menimpa anaknya, yang menyebabkan kaki anaknya membusuk dan mata kirinya buta.

Selanjutnya Kabid Pelayanan medis RSUD Pirngadi Risma Sinaga mengatakan sewaktu memasuki IGD pada (14/6/2017) lalu, keadaan Ardi menurun dan ada demam.

"Selama rawat di ICU dan konsultan dengan gizi anak ternyata Ardi mengalami infekai yang berat dan gizi buruk. Biasanya dari gizi buruk itu penyebabnya, jadi gampang megalami infeksi apapun," kata Risma.

Risma juga berkilah bahwa, luka di kaki dan waktu datang badannya melepuh. Jadi menurutnya, selama ini Ardi memiliki penyakit kulit.

"Sebenarnya itu akibat dari gizi buruk, jadi kulit bisa terkelupas ditambah hasil lab proteinnya sangat rendah jadi gampang terjadi kondisi seperti itu," ujarnya.

Mendengar alasan tersebut, Sutrisno berpendapat berbeda. Menurut Sutrisno, dari foto-foto yang ditunjukkan padanya, anak itu sehat dan pipinya tembem.

“Ada dugaan rusaknya mata itu bukan karena penyakit, tapi pada saat karena pengambilan beberapa kotoran mata. Si ibu melihat langsung tindakan itu terlihat kasar,“ ungkap Sutrisno.

“Jadi saya menduga pada saat pengambilan kotoran mata itu, terjadi gesekan antara kain kasa dan mengenai bola mata. Kalau posisi Ardi saat itu tidak sadar, makanya tidak menjerit,“ lanjutnya.

Ibu bayi Ardi, Demiria menegaskan hanya inginkan anaknya sembuh seperti semula kembali. Karena sekarang anaknya sudah cacat semenjak datang kesini.

"Saya hanya minta sembuhkan kaki dan mata anak saya seperti semula. Itu saja yang saya minta,“ ucapnya.

Lebih lanjut, Sutrisno menambahkan, pertemuan ini bagian dari proses untuk membuka semua supaya jelas permasalahan yang terjadi.

“ini tujuannya demi keterbukaan, bahwa apa yang dialami anak ibu ini, apakah sudah sesuai SOP, apakah ada dugaan malpraktik? Akan ada proses audit internal untuk memastikan proses yang mereka tangani ini,“ ujar Sutrisno.

Menanggapi kedatangan pihak keluarga korban dugaan malpraktik,
Pihak RSUD Pirngadi coba mengambil langkah cepat menghadapi persoalan ini.

Ditemui terpisah, Kepala Humas RSUD Piringadi Medan Edison Perangin angin mengatakan pihaknya sepakat untuk dirawat terlebih dahulu dulu.

“Nanti akan kita tindaklanjuti ke Poliklinik. Kalau memang memungkinkan seperti permintaannya dirawat, ya kita tanya nanti, karena itu otonomi dokter,“ ujar Edison.

Terkait adanya dugaan malapraktik, Edison mengatakan kalau itu hanya persepsi saja. Malapraktik itu, katanya kan sesuai keputusan Pengadilan.

"Kalau menduga itu sah-sah saja. Gak ada yang salah orang yang menduga. Terkait audit, kemungkinan hari Senin baru bisa dilaksanakan. Paling lama seminggu sudah ada hasil," pungkasnya.(sandy)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait