Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Disaksikan Anak, Ayah Tewas Ditikam, Ibu Berdarah-darah

Tim Redaksi: Minggu, 30 Juli 2017 | 17:15 WIB

Jenajah Darman Ginitng di RSUD Kabanjahe
(foto Metro online)

Warga Jalan Jamin Ginting, Gang Komplek Pijer Podi, Persisnya di Perumahan Eloin Kabanjahe, Minggu (30/7) pukul 00.05 wib mendadak gempar. Setelah memergoki cekcok sepasang suami istri di salah satu rumah di komplek itu, mereka menemukan suami sudah tewas ditikam, sedang si istri terkapar bersimbah darah.


 Spontan malam itu warga bersamaan menuju rumah asal suara minta tolong itu yang tidak lain adalah suara Henny Br Sitepu (40) yang diketahui warga sedang mengalami penyiksaan dari suaminya Darman Ginting (45).

Melihat kondisi pintu rumah pasangan suami istri yang dikarunia enam anak itu dalam keadaan terkunci dari dalam dan melihat dari celah jendela kondisi Henny dalam keadaan bersimbah darah penuh dengan luka, warga tanpa dikomandoi mencoba untuk mengedor-ngedor pintu yang akhirnya dibuka oleh anak pasangan suami istri itu (Pasutri) yang diketahui bernama Karin Beru Ginting (6) tahun.

 ”Sesampainya beberapa warga didalam yang melihat kondisi rumah penuh ceceran darah di lantai dan menemukan Henny penuh luka bersimbah darah dan Darman Ginting dalam keadaan tidak bernyawa karena mengalami luka tusuk di bagian ulu hatinya,” ujar Sembirng warga komplek itu.

 Sementara Nita Br Ginting tetangga sebelah rumahnya menuturkan bahwa sebelum kejadian malam itu kedua pasutri tersebut terlihat sedang asik memanggang ikan di depan teras rumah hingga pukul 23.00 Wib tanpa terdengar adanya pertengakaran mulut di antara keduanya.

 “Selama ini keluarganya terlihat sangat harmonis sehingga mereka dikarunia enam orang anak yang masih kecil-kecil. Suaminya pun mempunyai pekerjaan sebagai sopir truck. Kami sangat terkejut mendengar dan melihat kejadian semalam. Dan melihat kejadian itu kami langsung melaporkannya kepada kepala desa yang selanjutnya melaporkanya kepada aparat kepolisian,” beber Br Ginting.

Mendapat laporan adanya peristiwa itu Kasat Reskrim Polres Karo, AKP Jonista Tarigan SH bersama anggotanya menuju lokasi untuk olah TKP dan membawa Henny Br Sitepu ke rumah sakit Efarina Etaham untuk segera mendapatkan pertolongan. Sedangkan jenajah Darman Ginting dibawa ke rumah sakit umum Kabanjahe.

Dari keterangan bebera warga yang sempat mendengar pengakuan dari Henny Br Sitepu yang dalam keadaan penuh luka itu mengaku bahwa yang melukai dirinya hingga kritis seperti itu dilakukan oleh suaminya sendiri dengan menggunakan kampak dan parang.

Di tempat terpisah Kapolres Tanah Karo melalui Kasat Reskrim Polres Karo, AKP, Jonista Tarigan SH melalui selulernya mengatakan dugaan sementara kejadian itu terjadi karena dilatar belakangi oleh kekerasan rumah tangga.


”Sampai saat ini kami belum dapat keterangan secara resmi awal kejadian dari Henny Br Sitepu mengingat kondisi nya yang belum memungkinkan untuk diminta keterangannya,” ujar Tarigan.(marko)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait