Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

BNN: Pemerintah Hingga Keluarga Harus Bersama Kampanye Anti Narkoba

Tim Redaksi: Senin, 17 Juli 2017 | 23:50 WIB

Kabid Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat, Drs Tuangkus Harianja.


Badan Narkotika Nasional (BNN) telah memperingati Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) 2017 di Plaza Tugu Api Pancasila Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Kamis (13/7/2017) lalu.

Tema HANI 2017 adalah 'Peran Aktif dan Pemerdayagunaan Seluruh Komponen dan Potensi Bangsa dalam Menghadapi Keadaan Darurat Narkoba Menuju Indonesia yang Sehat.'

Perayaan HANI yang selayaknya dilaksanakan 27 Juni, baru bisa digelar pada hari itu dikarenakan bertepatan dengan Hari Raya idul Fitri.


Pada perayaan itu ditegaskan, untuk menyemarakkan hari anti narkotika ini, diminta seluruh komponen pemerintah dan masyarakat melakukan kampanye stop narkoba. 


 Selain kampanye stop narkoba dalam bentuk spanduk, kampanye ini juga diminta para hanil yang harus tetap berjalan  sampai dengan tanggal 28 Juli 2017 mendatang. 


Seluruh  unsur pemerintahan daerah, mulai dari Bupati, Gubernur dan seluruh SKPD-nya, termasuk instansi swasta maupun BUMN wajib memberikan kampanye stop narkoba lewat baliho, benner, spanduk, videotron, yang semua itu berwawasan anti narkoba.


"Hal itu sebagai gambaran bahwa kondisi saat ini kita sudah sangat prihatin untuk mengatasi narkoba ini. Maka diminta kepada pemerintah dan seluruh SKPD  di lingkungan kerja masing-masing untuk melakukannya," kata pimpinan BNN Sumatera Utara melalui Kabid Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat, Drs Tuangkus Harianja.


 Mantan kepala BNN Asahan itu mengatakan, keluarga harus ikut serta dalam mengatasi narkoba ini. "Kenapa? Karena narkoba ini salah satu kegagalan keluarga, yaitu orang tua. Sebab pasti ada pembiaran sehingga anak-anak terlibat dalam penyalahgunaan narkoba," ujarnya.


Dicontohkannya, kenapa di usia remaja si anak tidak pernah curhat kepada orangtua? Kenapa si anak lebih senang curhat kepada orang lain? Hal ini bisa berpotensi untuk dimanfaatkan orang lain dan disalahgunakan. 


"Hal tersebut mungkin saja bisa disebabkan oleh faktor kesibukan keluarga. Tetapi kita menegaskan bahwa orangtua maupun keluarga harus  menjadi garda terdepan mengatasi narkoba. Presiden sudah mengatakan darurat narkoba, beliau meminta agar sektoral pemerintah menjalin tim tanggungjawab dalam  pencegahan narkoba," katanya.


Dia juga mengajak, pada hari Anti Narkotika Internasional ini, mari kita bersama-sama mengatasi narkoba. "Jika ada anak kita yang sudah terlanjur terkena narkoba, orangtua harus bijaksana dengan melakukan deteksi dini narkoba melalui test urin jika hasilnya positif, lakukan pendekatan pada anak," pungkasnya.(rel)


Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait