Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Berburu Bunga Raflesia Arnoldi di Langkat

Tim Redaksi: Senin, 24 Juli 2017 | 20:22 WIB

Bulan Juli ini merupakan saat bunga Bangkai dan bunga Raflesia Arnoldi mekar. Dimana bunga Bangkai atau dikenal dengan nama latin Amorphophallus titanum dan bunga Raflesia atau dikenal dengan latin Raflesia Arnoldi, merupakan dua jenis tanaman langka endemisyang banyak tumbuh di kepulauan Sumatera.



Selain di Bengkulu, kedua bunga ini juga sering kita jumpai di Sumatera Utara. Salah satu habitatnya adalah kawasan hutan Batu Katak di Desa Jonjong, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat. Disini kita jika beruntung kita bisa menjumpai bunga langka dan dilindungi ini.



Penasaran dengan keberadaan kedua bunga langka ini. Beberapa warga dan pencinta alam mencoba melakuka penjelajahan guna mencari keberadaannya. "Mari bang kalau mau ikut, lokasinya jauh dari desa. Kita harus berjalan kaki dari sini," kata Hendra Ginting, selaku warga dan juga pencinta alam, Senin (24/7).



Dengan menyelusuri hutan yang disebut hutan ramah anak ini. Bersama beberapa warga lokal dan pencita alam terus melakukan penyelusuran. Dengan melewati semak belukar dan jalan setapak serta masuk dan keluar gua hingga menyeberangi sungai dilalui dalam perjalanan.



"Beberapa warga sempat menemukan bunga ini bang. Makannya, kita ajak salah satu warga yang menjumpai bungan ini," aku dia dan beberapa rombongan.



Warga tersebut mendapati bunga sedang mekar. Dan memperlihatkan foto kepada rombangan dan memutuskan untuk melihat langsung dengan menyelusuri hutan. Setelah berjalan cukup panjang, sayangnya dilokasi pertama yang warga sempat menemukan bunga.



Justru, bunga tersebut sudah tidak ada lagi. Sebab, bunga ini memang tidak bertahan lama hidup. "Kemarin ada disini loh bang. Tapi kok sudah tidak ada lagi ya," timpal Ukurta, salah satu warga yang sempat bertemu bunga bangkai.



Diakui dia, bunga itu tumbuh diantara ranting pepohonan yang besar. Bahkan bunga tak menyentuh tanah. "Beneran loh bang, kemarin tumbuh disini," sebut dia, sembari menunjukan sisa kelopak yang sudah layu ditanah.



Karena merasa penasaran, perjalanan dilanjutkan kembali ke lokasi kedua dan lokasi lainnya. Lagi-lagi sangat disayangkan, dilokasi kedua yang ditunjuk warga. Bunga yang langka ini sudah tampak mati dan Melayu.



Perjalanan kembali dilakukan lebih ke dalam hutan. Meski lelah, pemandangan hutan yang ribun dan kicauan hewan hutan seolah membuat lelah hilang. "Bunga ini biasannya berbunga empat tahun sekali. Makannya, mari kita lanjutkan perjalanan hingga ke tempat lebih dalam lagi," sahut Rudi, salah satu pencita alam yang ikut rombongan.



Beruntung, setelah melakukan perjalanan. Akhirnya ditemukan jyga bunga bangkai ini. Sayangnya, bunga bangkai ini belum mekar. "Semunggu lagi baru mekar ini nampaknya," sahut dia.



Meski kurang beruntung, beberapa rombongan senpat mengabadikan bunga. Setelah melakukan perjalanan ke dalam hutan. Akhirnya rombongan kembali ke desa. Sebab, lokasi memang terbilang jauh dan takut kemalamam. (lkt-1)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait