Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

7 Bupati Sekawasan Danau Toba Rakor di Parapat

Tim Redaksi: Minggu, 09 Juli 2017 | 20:59 WIB

Bupati Karo Usulkan pembangunan Dermaga di Tongging 

 
Rakor 7 Bupati
Kemenko Maritim Luhut  Binsar Panjaitan membuka rapat kordinasi Dewan Pengarah Badan Otoritas Parawisata Danau Toba  yang dihadiri oleh 7 Bupati sekawasan Danau Toba Sabtu (8/7) sekira jam 13.00 wib di Prapat.
 
Dalam rakor tersebut Kemenko Maritim Luhut  Binsar Panjaitan menyebutkan tahapan yang telah dilakukan beberapa kali tentang Danau Toba yang sudah dibahas bersama 7 Bupati sekawasan Danau Toba.

Rapat itu misalnya, rapat koordinasi tentang perkembangan pengelolaan Danau Toba dan begitu juga percepatan keterpaduan pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba, dan rapat koordinasi sinergitas Pembangunan dan Pengelolaan Kawasan Pariwisata Danau Toba.

"Selain itu sejumlah program infrastruktur dilakukan untuk menggenjot kunjungan wisatawan dan rapat tinjau keramba ikan guna memajukan pariwisata Danau Toba, dimana sekarang ini rakor dengan pelaku usaha di kawasan strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba," jelas Luhut panjaitan.
 
Disambungnya lagi, dengan adanya kebijakan yang dikeluarkan Pemerintah   tentang Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), yang meliputi 10 destinasi wisata unggulan, pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman (Kemenko Maritim), mencari permasalahan dan mencarikan solusinya.       
 
Saat ini ada tiga masalah krusial dalam pengembangan pariwisata di Danau Toba, masalah-masalah tersebut di antaranya mengenai persoalan minimnya infrastuktur penghubung yang berkoneksi dengan mobilitas wisatawan (aksesibilitas), masalah masih minimnya investor dalam membangun sarana dan prasarana umum bagi wisatawan (amenities) dan persoalan pada kualitas produk wisata yang akan dipromosikan dan dipasarkan (atraksi). 
 
"Berbagai langkah telah diusulkan dan akan dipertimbangkan untuk menyelesaikan berbagai masalah tersebut (aksesibilitas, amenities, dan atraksi),sehingga dalam Rakor tersebut dapat disimpulkan  semacam Bank Data yang nantinya berperan sebagai penyedia data dan informasi terkini terkait keputusan mengenai pengembangan pariwisata Danau Toba," ujarnya lagi.
 
Di sela sela Rakor tersebut Asisten Deputi Bidang Pelayaran, Perikanan dan Pariwisata Kemenko Maritim, Rahman Hidayat mengharapkan kepada 7 Bupati sekawasan Danau Toba  agar mendukung kebijakan pemerintah pusat tersebut dengan tujuan dapat menuntaskan berbagai persoalan selama ini dalam pengembangan wilayah-wilayah pariwisata adalah kesejahteraan ekonomi masyarakat setempat dan bukan pemerintah pusat.  "Pemerintah pusat sudah berkomitmen membantu agar roda perekonomian masyarakat setempat dapat bertumbuh,” harapnya.
 
Bupati Karo Terkelin Brahmana SH didampingi Plt Bappeda Karo Abel Tarigan, Plt BPMD Nasib Sianturi dalam"RAKOR" mengusulkan di hadapan Kemenko Maritim, pertama pengusulan Dermaga Tongging dan menyediakan kapal (solu solu) untuk bisa ke tomok dll, kedua penataan gunung sipiso piso agar hutan tidak terbakar lagi, ketiga pembukaan jalan Rawasering tembus ke Kualanamu.

Keempat, pembukaan jalan tembus Karo-Langkat yang saat ini sedang diperjuangkan Pemkab Karo di kementerian lingkungan hidup dan   tinggal menunggu rekomendasi dari pihak UNESCO PBB.  
   
"Adapun tujuan pembukaan jalan alternatif tersebut, pertama membantu untuk  mengurangi kemacdtan lalu lintas Berastagi-Medan atau sebaliknya, kedua mendongkrak pemasaran hasil komoditi  pertanian karo  ke binjai dengan akses sangat cepat, jadi tidak ada alasan bagi kabupaten Karo tidak mendukung dalam setiap pembangunan yang menguntungkan masyarakat karo khususnya, termasuk KSPN," ujar Terkelin Brahmana dan menurut Bapeda sumut, Irman berkasnya masih di DPRD Sumut.

Adanya pengusulan dari Bupati Karo Terkelin Berahmana,SH, Kemenko Maritim menanggapi positif. Terutama tentang pembuatan dermaga di Tongging dan pengadaan kapal (solu solu). "Silahkan hitung dan buat biayanya, nanti saya akan bantu dari pusat dalam pengembangan wisata ini, karena sangat membantu dalam hal waktu yang sudah semakin relatif singkat. Hanya makan waktu 2 jam dari Tongging ke Tomok naik solu solu," ujar Luhut panjaitan dan diamini Bupati Karo Terkelin Brahmana.
 
Dalam Rakor tersebut yang hadir, Bupati Karo,  Bupati Samosir, bupati Humbahas, bupati Tobasa, bupati Taput, wakil bupati Simalungun, bupati Dairi, perwakilan kementrian PU PR,perwakilan dari kementrian Parawisata, Direktur Angsapura II,Bapenas,  pengusaha lokal, dan pengusaha asing  dari Tiongkok. 
 
Adanya pertemuan 7 Bupati sekawasan Danau toba yang melaksanakan rakor di Parapat ,Kabag Hunas dan Protokuler Pemkab Karo Djoko,S membenarkannya (Marko)


                                    
     

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait