Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

5 Bulan Bidan PTT Kabupaten Karo Tak Gajian

Tim Redaksi: Selasa, 11 Juli 2017 | 00:00 WIB


5 Bulan Bidan PTT Kabupaten Karo Tak Gajian


Sebanyak 155 orang bidan PTT (Pegawai Tidak Tetap) yang bekerja mengabdi selama lima bulan tidak mendapat gaji dari hasil tenaga mereka. Padahal, mereka sudah berkeluarga dan punya anak. Alhasil, sekitar 20 orang perwakilannya mendatangi kantor bupati Karo untuk mempertayakan kejelasan SK dan gaji mereka.

Perwakilan para bidan PTT tersebut disambut oleh Bupati Karo, Terkelin Brahmana, Wakil Bupati Karo, Cory S Sebayang, Kepala Badan Kepegawaian (BKD) Karo di ruangan wakil Bupati Karo, Senin (10/7).

 Begitu sampai di ruangan Wakil Bupati Karo salah satu diantara para bidan PTT itu menyampaikan maksud tujuan datang menghadap Bupati Karo. Di awal pembicaraan, Bupati Karo dengan ciri khasnya yang lembut dan mengayomi itu memberikan waktu agar BKD Karo bekerja sama dengan Plt. Kepala Dinas Kesehatan Karo, Johannis Sitepu agar sesegera mungkin menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh bidan PTT.

 “Begitu sampai giliran wakil Bupati Karo, Cory S Sebayang memberikan pendapatnya tentang permasalahan yang kami hadapi ini diluar dugaan hanya omelan yang kami terima dengan nada omongan yang lumayan keras. Bukannya ngasih solusi malah omelan yang kami terima. Bagaimana kami harus bekerja tanpa jelas SK dan gaji kami. Anak kami makan apa kami butuh uang untuk sekolah anak kami, udah berjalan lima bulan nasib kami tak jelas,”ujar bidan PTT yang tak mau menyebut namanya.

 Dari pembicaraan itu diproleh kesepakatan satu atau dua minggu baru ada titik terang tentang nasib ke 155 nasib bidan PTT tersebut. Selanjutnya diketahui juga bahwa pengabdian mereka selama lima bulan itu dianggab hanya pengabdian tanpa jasa tanpa harus dibayar.

 “Bukannya kejelasan yang kami terima tapi nampaknya semakin tak jelas nasib kami ini bang. Kami dah berharap jika pengabdian atau uang jasa kami selama satu bulan di kali rata –rata 2 juta saja tentunya kami telah menerima minimal 10 juta satu orang yang nantinya bisa untuk biaya anak sekolah,” ujarya sambil berlalu.


 Dari informasi yang sampai saat detik ini belum terkonfirmasi diproleh keterangan lambatnya SK para bidan PTT itu ada dugaan pada waktu perekrutannya menyalahi aturan main sebagaimana semestinya atau kata lain ada dugaan permainan cantik yang telah tercium aromanya( marko) 

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait