Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Warga Ujung Batu 5 Sesalkan Kinerja Dinkes Palas

Tim Redaksi: Jumat, 16 Juni 2017 | 20:09 WIB



Warga masyarakat di Desa Ujung Batu 5/Aliaga 5 Kecamatan Hutaraja Tinggi (Huragi), Kabupaten Padang Lawas (Palas), mengaku sangat kecewa dengan kinerja Dinas Kesehatan (Dinkes) Palas Padang Lawas.

Pasalnya, banyak warga di Desa Ujung Batu 5 yang terserang wabah demam berdarah (DBD) hingga sebanyak 50-an kasus DBD, namun, hingga kini belum ada respon dan tindakan dari pihak Dinkes Palas, seperti melakukan foging di desa endemik DBD tersebut.
[caption id="attachment_81874" align="aligncenter" width="350"] Direktur Palas Center, Ahmad Kamil Lubis. [/caption]
Yang membuat masyarakat di desa ini semakin kecewa dengan Dinkes Palas adalah, banyaknya kasus DBD yang terjadi di Desa Ujung Batu 5, tapi pihak Dinkes Palas malah melakukan foging di Kelurahan Pasar Sibuhuan, yang diketahui baru satu orang terkena DBD.

"Di desa kita sudah lebih 50 orang yang terkena wabah DBD, tapi desa kita belum mendapat foging dari Dinkes Palas. Kecuali kegiatan foging yang kami lakukan secara swadaya. Padahal surat permohonan, sudah dilayangkan ke Dinkes Palas, sebulan yang lalu,"jelas Kades Ujung Batu 5, Supadi, kepada wartawan, Jumat (16/6/2017).

Dengan tidak adanya tindakan dari Dinkes Palas, lanjut Supadi, kegiatan foging secara swaday pun dilakukan masyarakat selama 6 hari dengan anggaran dana diperkirakan habis Rp 5.000.000, sudah termasuk obat dan upah yang mengerjakannya.

"Ada 3 orang yang bekerja di foging swadaya kemarin, ,2 orang sebagai operator dan 1 orang sebagai kenet dengan upah Rp 250.000 perharinya. Sedangkan untuk biaya obatnya dalam sekali kegiatan foging sekitar Rp 500.000," terangnya.

Menyikapi ini, Direktur Palas Center, Ahmad Kamil Lubis menyayangkan lambannya tindakan pihak Dinkes Palas dibawah kepemimpinan Leli Ramayulis Siregar SKM.

"Seharusnya Bupati Palas, H. Ali Sutan Harahap sudah bisa mengevaluasi kinerja Kadis Kesehatan yang dinilai tidak perduli atas wabah DBD yang menyerang warga Desa Ujung Batu 5, hingga terjadi 50 kasus DBD," ucapnya.

"Saya menilai kegiatan foging yang dilakukan Dinkes Palas di Sibuhuan hanya sekedar cari nama dan pencitraan saja. Sedangkan daerah krjadian kasusnya terkesan dibiarkan saja," kata Kamil Lubis lagi.

"Dengan adanya kasus DBD terhadap 50 orang di Desa Ujung Batu 5, itu bukan permasalahan yang ringan. Ini sudah wabah yang cukup berbahaya. Sebab DBD itu jenis wabah yang menular dan bisa mengakibatkan kematian bagi yang terkena. Gak habis pikir saya lihat kinerja Dinkes Palas," kandas Kamil.

Sayangnya, sampai berita ini diturunkan, belum bisa mendapat kompirmasi dari Kepala Dinkes Palas, Lely Ramayulis, SKM.

Maulana Syafii
>
> Kegiatan foging secara swadaya yang dilakukan warga Ujung Batu 5, belum lama ini. Maulana Syafii.

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait