Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Warga Desa Sampun Laksanakan Gotong Royong Jumat Bersih

Tim Redaksi: Sabtu, 17 Juni 2017 | 05:46 WIB

[caption id="attachment_81937" align="aligncenter" width="350"]
Cama Dolat Rayat, Drs Tetap Ginting (nomor 5 dari kiri) didampingi Kades Sampun, Gunung Mas Bukit dan Kasubbag Umum Basita Bukit,SH berfoto dengan warga usai gotong-royong, (Foto: Metro online)[/caption]



Warga Desa Sampun Kecamatan Dolat Rayat Kabupaten Karo sangat antusias melaksanakan kegiatan gotong royong kebersihan lingkungan "Jumat Bersih", Jumat (16/6).

Kegiatan gotong royong yang digerakkan kepala Desa Sampun Gunung Mas Bukit dimulai pkl 08.00 sampai selesai dengan lokasi lingkungan Desa dan jalan penghubung Desa. Secara bersamaan juga dilakukan kegiatan yang sama di lingkungan sekolah SMP Negeri Satu Atap Desa Sampun.

Menurut Kades Sampun, kegiatan gotong-royong Jumat Bersih tersebut bertujuan untuk menumbuhkan dan menggerakkan kembali kesadaran warga akan pentingnya penataan lingkungan yang bersih dan sehat. “ Karena dengan lingkungan yang tertata dengan baik, terbersih dan sehat akan menumbuhkan pemikiran yang jernih dan positif bagi warga,” ujar Gunung Mas Bukit.

Camat Dolat Rayat Tetap Ginting,S.Sos didampingi Kasubbag Umum Basita Bukit,SH yang meninjau kegiatan gotong royong di Desa Sampun menyambut baik pelaksanakan gotong royong tersebut. Tetap Ginting mengharapkan agar kegiatan tersebut dapat terus berkelanjutan dan jangan hanya temporer saja.

Karena kegiatan gotong royong tersebut kata Camat Dolat Rayat, menunjukkan rasa kebersamaan sesama warga Desa yang bertujuan untuk kepentingan bersama. Hal tersebut katanya harus terus ditumbuh kembangkan untuk mencapai tujuan yang baik, terutama menyangkut penataan Desa dan kebersihan lingkungan yang sehat.

Selain gotong royong di lingkungan pemukiman, Tatap Ginting juga berharap agar warga Desa di seluruh wilayah Kecamatan Dolat Rayat yang umumnya bermata pencaharian sebagai petani, dapat menata pagar kebun atau ladang dengan baik, terutama yang berada di pinggir jalan umum. “Kalau ladang atau kebun dipagar dengan tanaman hidup supaya dipangkas dengan dengan rapi sehingga enak dipandang dan bisa juga dijadikan sebagai objek wisata agro bisnis,” kata Ginting. (Marko)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait