Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Tuan Guru Babusallam Kecam Aksi Teroris

Tim Redaksi: Senin, 26 Juni 2017 | 11:14 WIB

Tuan Guru Babusallam Hasyim Al Sarwani




Tuan Guru Babusallam Hasyim Al Sarwani, mengecam keras aksi teroris yang melakukan penyerangan di Markas Besar Polda Sumatera Utara (Mapoldasu). Dimana dalam aksi yang dilakukan dua orang terduga teroris dari ISIS. Seorang personil polisi Aiptu M Sigalingging, tewas dalam aksi penyerangan.



"Saya secara pribadi sangat mengecam keras aksi penyerangan personil polisi tersebut. Karena itu merupakan tindakan yang tidak manusiawi," terang Tuan Guru Babusallam Hasyim Al Sarwani, ketika ditemui, Senin (26/6) siang.



Menurutnya, ajaran Islam merupakan ajaran yang sangat lemah lembut dan penuh kasih sayang. Sehingga jika ada orang yang nekat menghabisi atau membunuh orang lain, orang tersebut bukanlah orang Islam. "Islam itu adalah agama yang lemah lembut dan penuh kasih sayang. Dan disetiap agama manapun tidak dibenarkan melakukan pembunuhan," sebut dia.



Oleh sebab itu, papar tuan Guru, bagi pemeluk agama Islam. Jangan pernah mau direkrut atau diperintahkan oleh oknum-oknum tertentu untuk melakukan kekerasan. Terlebih terhadap aparat kepolisian, karena aparat kepolisian merupakan mitran, penjaga dan pelindung kita selaku masyarakat.



"Kalau ada kelompok atau seseorang tertentu yang memerintahkan melakukan pembunuhan. Orang tersebut adalah orang yang tak benar dan hanya ingin mementingkan kepentingan pribadi sendiri atau kelompok," terang tuan Guru.



Dirinya juga mengatakan, banyak orang-orang tertentu yyangmengaku-ngaku Islam dan melakukan pembunuhan dan meneror. Dimana semuanya itu dilakukan untuk kepentingan pribadi mereka. "Jadi kalau ada orang yang mengaku Islam tapi melakukan aksi kekerasan dan pembunuha. Itu bukanlah orang Islam dan itu merupakan ajaran yang tidak benar," sebut dia.



Terlebih, jelasnya, dengan melakukan pembunuhan yang sudah jelas-jelas melanggar hukum. Baik itu hukum duniawi mapun hukum akhirat. "Inikan sudah tidak benar dan harus diwaspadai disekeliling kita. Karena Islam adalah agama yang lemah lembut dan penuh kasih saya," timpal tuan Guru kembali.



Yang dikatakan jihat itu, jelas tuan Guru, adalah orang yang bersungguh-sungguh berjalan dijalan agama dan memberikan pencerahan. Jadi sekali lagi saya sampaikan kalau melakukan pembunuhan bukanlah ajaran dari Islam.



"Jihat itu adalah membela agama baik itu dengan pikiran dan ajaran untuk memuliakan agama Islam. Tidak semua jihat itu dengan pertempuran, tapi jihat juga bisa dilakukan dengan damai. Kalau ada orang yang mengaku jihat dengan cara membunuh, itu bukan jihat. Karena tidak dibenarkan dalam ajaran agamamembunuh..Kalau namanya jihat dengan membunuh, matinya bukan mati syahid, tapi mati of sait," tegas tuan Guru. (***)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait