Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Tangkap Sindikat Judi Jackpot, Polisi Ini Kritis Dianiaya

Tim Redaksi: Kamis, 15 Juni 2017 | 16:57 WIB

[caption id="attachment_81718" align="aligncenter" width="350"] Brigadir Abdul Geofron Ahmad yang kritis dikeroyok[/caption]

Belum lagi hilang di ingatan terkait tewasnya seorang personil kepolisian, Brigadir Jakamal Tarigan akibat dikeroyok di Desa Helvetia Deliserdang, sepekan lalu, kejadian yang nenghebohkan institusi POLRI kembali terjadi, Rabu (14/6/2017) malam di Desa Manunggal, Deliserdang.


Kali ini, korbannya yakni Brigadir Abdul Geofron Ahmad, warga Jalan AMD, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan. Abdul bertugas di Dit Pam Obvit Polda Sumut.

Informasi yang diperoleh dari Humas Polda Sumut, pada Minggu (11/6/2017) kemarin, Brigadir Abdul Geofron Ahmad dan satu orang rekannya Brigadir Yudi yang bertugas di Satuan Sabhara Polrestabes Medan, melakukan penangkapan terhadap seorang laki-laki bernama Alek, yang diduga sebagai anggota sindikat judi yang bertugas sebagai mekanik mesin Jackpot, di Jalan Marelan Pasar 4, Kecamatan Medan Marelan.

"Pada saat akan dilakukan pemeriksaan terhadap Alek, dia melarikan diri dan meninggalkan sepeda motornya jenis Yamaha Xeon," ungkap Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Rina Sari Ginting, Rabu (14/6/2017) malam.

Melihat hal tersebut, lanjut Rina, korban dan rekannya mengamankan sepeda motor serta peralatan Mesin judi Jackpot yang dikendarai Alek, kemudian membawanya ke rumah korban.

Kemudian, pada Rabu (14/6/2017), saat korban (Brigadir Geofron) hendak pergi dinas dengan mengendarai sepeda motor, di tengah perjalanan tepatnya di Jalan Veteran Pasar 8, Desa Manunggal, korban diberhentikan oleh dua orang yang dikenalnya yakni Praka Selamet dan Taufik, yang langsung mengajak korban ke rumah mereka.

"Ajakan Praka Selamat tersebut dituruti oleh korban. Sesampainya di Gang Sepakat, mereka berhenti dan Praka Selamet menelpon rekannya yang bernama Feri," jelas Rina.

Mendengar hal tersebut, sambung Rina, korban merasa tidak aman dan berusaha melarikan diri dengan berjalan kaki. Sementara sepeda motor yang dikendarai korban diambil oleh Praka selamet.

"Dalam upaya melarikan diri, korban dikejar oleh Praka selamet dan Taufik. Namun tiba-tiba muncul dari depan korban yakni Serka Feri dan Alek yang merupakan rekan dari Praka Selamet," katanya.

Pada saat itu, Rina menambahkan, Alek langsung memukul bagian kepala korban dengan menggunakan kayu, hingga terjatuh dan mengakibatkan korban luka robek di bagian kepala.

"Saat korban terjatuh, para pelaku langsung bersama-sama memukuli korban," ucap Rina.

"Saat ini, petugas sedang melidik dan cari pelaku berdasarkan keterangan korban. Korban dirawat di RS Bhayangkara Medan," pungkasnya.

Terpisah, Kadispenal Lantamal I Belawan, Mayor Sahala Sinaga membenarkan prajurit itu adalah personil TNI AL, tepatnya dari Korps Marinir. Namun dia memastikan, korban tidak ada dipukul anggota Marinir.


"Benar itu anggota Marinir. Tapi anggota kami tidak ada memukuli. Saya sudah cek korban ke rumah sakit Polri," ujarnya seraya menambahkan, antara tersangka Alek dengan prajurit Marinir itu cuma sekedar kenal saja.(sandy)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait