Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Saluran Irigasi Batang Ilung Mati, Warga Serbu Sungai Batang Pane

Tim Redaksi: Selasa, 06 Juni 2017 | 20:46 WIB

[caption id="attachment_80655" align="aligncenter" width="350"] Saluran Irigasi Batang Ilung kering akibat adanya perbaikan.
[/caption]
Masyarakat yang berada di Kecamatan Padang Bolak tepatnya di Gunung Tua dan sekitarnya ‘serbu’ sungai Batang Pane karena saluran air irigasi Batang Ilung mati karena di berhentikan sementara akibat adanya perbaikan saluran. Untuk itu warga harus memanfaatkan air sungai Batang Pane untuk keperluan mandi dan mencuci.

Pantauan wartawan, sejak Senin (5/6) hingga hari ini, Selasa (6/6) warga di wilayah Kecamatan Padang Bolak terpaksa harus memanfaakan Sungai Batang Pane untuk keperluan mandi dan mencuci.

Setiap pagi dan sore harinya, Sungai Batang Pane selalu dipadati warga. Meski aliran air sungai terkadang keruh dan kotor, namun warga tak menghiraukan hal tersebut.

Kejadian serupa juga terlihat di wilayah Kecamatan Portibi dan Simangambat. Warga di daerah itu juga sudah memanfaatkan sungai untuk keperluan mandi dan mencuci akibat musim kemarau.

Armen Siregar, warga Pasar Gunung Tua mengatakan, sumur warga saat ini mengalami kekeringan hampir tiga bulan, sehingga membuat warga berangkat ke sungai. Sementara air pada saluran irigasi sudah berhenti mengalir karena adanya perbaikan saluran.

“Memang daerah Paluta ini setiap tahunnya salalu dilanda musim kemarau panjang. Dan setiap musim kemarau itu tiba, daerah ini selalu kesulitan air. Ditambah lagi saluran irigasi tak berfungsi sehingga air sungai menjadi andalan buat mandi dan mencuci saat puasa ini,” ujarnya.

Senada juga disampaikan Pangadilan Siregar. Menurutnya setiap pagi dan sore, warga selalu ramai pergi ke sungai untuk mengambil air terutama untuk keperluan buang air di rumah. Bahkan ada juga yang mengangkut air dengan menggunakan truk.

Meski sadar jika aliran air sungai yang mereka gunakan dapat berdampak buruk bagi kesehatan, namun warga sepertinya tak punya pilihan lain. “Tak punya pilihan lain selain ke sungai. Mau kemana lagi cari air, sementara saluran irigasi tidak berfungsi,” ucapnya.(plt-1)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait