Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

PKS PTPN4 Kebun Ajamu Terbakar

Tim Redaksi: Senin, 12 Juni 2017 | 03:45 WIB

[caption id="attachment_81300" align="aligncenter" width="350"] Warga lingkungan yang berdekatan dengan PKS PTPN Aek Jamu saat menyaksikan kobaran api dari pabrik tersebut
[/caption]


Pabrik kelapa sawit (PKS) milik PTPN4 Kebun Ajamu, Labuhanbatu terbakar tadi malam, Sabtu (10/06/17) sekitar pukul 23.00 wib.

Menurut saksi mata, percikan api pertama sekali terlihat dari stasiun pabrik biji (Kernel Station) kemudian membesar hingga membakar sebagian besar bangunan instalasi pabrik biji yang berdiri tak jauh dari pemukiman warga.

Hingga pukul 00.30 wib dini hari tadi, api masih belum dapat dipadamkan. Minimnya alat pemadam kebakaran di pabrik tersebut semakin mempersulit upaya pemadaman api yang kian membesar.

Sementara Manager PTPN 4 Unit Kebun Ajamu Mardani Tampubolon membantah peristiwa terjadinya kebakaran tersebut.

"Tidak benar itu, tidak ada kebakaran di pabrik. Dan saya belum mendapat laporannya, saya saat ini sedang cuti,” ucap Mardani kepada wartawan saat dikonfirmasi, Minggu (11/06/17) dini hari sekitar pukul 01.12 wib.

Sementara, Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu AKP M Firdaus SIK saat dikonfirmasi mengatakan, kebakaran terjadi dipicu masalah tekhnis, yakni adanya kerusakan pada salah satu mesin pengering inti sawit di stasiun pabrik biji (kernel station).

"Dugaan sementara terkait kebakaran di PKS Ajamu itu adalah akibat adanya kerusakan tekhnis yang terjadi pada mesin pengering nomor tiga, di bagian pengolahan inti, sehingga mesin tersebut mengalami peningkatan suhu yang cukup tinggi dan akhirnya menimbulkan percikan api. Tapi untuk keterangan resminya nanti kita tunggu hasil pemeriksaan yang lebih lanjut dari penyidik,” ungkapnya.

Firdaus juga menambahkan, berdasarkan pemeriksaan awal yang dilakukan pihaknya, terindikasi sejumlah komponen mesin pengolahan di pabrik diperusahaan perkebunan plat merah itu cukup menghawatirkan dan butuh perawatan serta perbaikan secara maksimal.

"Kalau dari hasil pemeriksaan kita, tercatat ada sejumlah komponen mesin yang sudah butuh untuk diperbaiki,” tandasnya (manto)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait