Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Pemkab Asahan Peringati Hari Lahir Pancasila

Tim Redaksi: Jumat, 02 Juni 2017 | 03:13 WIB

[caption id="attachment_80219" align="aligncenter" width="919"] Pemkab Asahan Peringati Hari Lahir Pancasila
[/caption]ntah Kabupaten Asahan memperingati Hari Lahirnya Pancasila yang ke-72 dengan melaksanakan upacara bendera di Halaman Kantor Bupati Asahan, Kamis (01/06/2017).

Surat keputusan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang di bacakan oleh Kepala Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Asahan Syahrul Tambunan, SE, menetapkan keputusan Presiden Republik Indonesia tentang Hari Lahir Pancasila. Pertama, menetapkan tanggal 1 Juni 1945 sebagai Hari Lahir Pancasila, Kedua, tanggal 1 Juni merupakan Hari Libur Nasional, Ketiga, pemerintah bersama seluruh komponen bangsa dan masyarakat Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila setiap tanggal 1 Juni, Keempat, Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Dalam Kegiatan ini Wakil Bupati Asahan H. Surya Bsc sekaligus Pembina Upacara menyampaikan Pidato Presiden Republik Indonesia. Beliau berpesan kehidupan berbangsa dan bernegara kita sedang mengalami tantangan serta sedang di uji dengan pandangan yang mengancam kebinekaan dan keikaan kita dengan mengusung ideologi selain Pancasila. Pemerintah akan bertindak tegas terhadap organisasi-organisasi dan gerakan-gerakan yang anti Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika, apalagi memiliki paham atau gerakan komunisme yang jelas-jelas sudah dilarang di bumi Indonesia. Beliau juga menghimbau untuk menjaga perdamaian, persatuan, dan jagalah persaudaraan diantara kita dengan saling bahu membahu, bergotong royong demi kemajuan Negara Republik Indonesia.

Beliau mengajak peran aktif para ulama, ustadz, pendeta, pastor, bhiksu, padanda, tokoh masyarakat, pendidik, pelaku seni dan budaya, pelaku media, jajaran birokrasi, TNI dan Polri serta seluruh komponen masyarakat untuk menjaga Pancasila. Pemahaman dan pengamalan Pancasila dalam masyarakat, berbangsa dan bernegara harus ditingkatkan. Ceramah keagamaan, materi pendidikan, fokus pemberitaan dan perdebatan di media sosial harus menjadi bagian dalam pendalaman dan pengalaman nilai-nilai Pancasila. (rial)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait