Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Para Terduga Teroris Penyerang Poldasu Diboyong ke Jakarta

Tim Redaksi: Rabu, 28 Juni 2017 | 17:16 WIB

Jenazah Hardi BW (kiri) sudah dimakamkan. Sedangkan sang eksekutor, Syawaluddin Pakpahan (kanan bawah) dan Boboy (kanan atas) diterbangkan ke Jakarta guna pengembangan


Pemeriksaan para tersangka yang terlibat dalam penyerangan pos jaga Polda Sumut terus didalami petugas. Bahkan para pelaku sengaja diboyong ke Jakarta untuk dilakukan pengembangan, guna menangkap sel-sel jaringan lainnya yang diduga iktu berafiliasi dengan gerakan ISIS.

Dijelaskan Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Rina Sari Ginting, sebelumnya, pihak kepolisian telah menyerahkan jenazah Ardial Ramadhana alias Hardi alias Hardi BW kepada keluarga untuk dimakamkan sekitar pukul 12.00 wib.

Kemudian sekitar pukul 14.00 wib, Densus 88 telah membawa 3 orang tersangka Syawaluddin Pakpahan,  Hendry Pratama alias Boboy,  Firmansyah Putra Yudi ke Jakarta dengan pesawat udara melalui Bandara Kualanamu, beserta seluruh barang bukti.

“Sedangkan saksi-saki sudah kita kembalikan kepada keluarganya masing-masing. Mereka itu sudah kita periksa terlebih dahulu dan hasil pemeriksaan tidak terlibat dalam kasus penyerangan pos Jaga 3 Polda Sumatera Utara,” kata Kombes Pol Rina.

Sementara itu, keterangan dihimpun terpisah dari lingkungan Bandara Kualanamu, rombongan Densus AT-88 Polri bersama Personil Resmob Sat Brimob Poldasu sudah berangkan pada pukul 14.05 wib naik pesawat Garuda GA-189.

Rombongan yang berangkat dari Bandara Kualanamu (KNIA) menuju Jakarta (CGK), di antaranya petugas Tim Densus-88 Anti Teror yakni Didik Novi, Budi Prasetya, Joko Dwi Harsono, Angga Dewanto, Machfud Indra, Risyal dan Alex.


Sedangkan rombongan Resmob Brimobdasu, masing-masing, Christian Sianturi, Tobok Marbun, U Rudi Siagian, Zulkifli Arif Manik, Ahmad Rajiv, Jefriando Sinaga, Petrus Sembiring.  Sedangkan pelaku yang terlibat penyerangan pos jaga 3 Poldasu, yakni Syawaludin Pakpahan (eksekutor), Hendri Pratama alias Boboy, Firmansyah Putrayudi. Sementara, dua orang lainnya belum diketahui status keterlibatannya, yakni Edi Sofyan dan Imam.(red)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait