Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Para Sopir Dump Truk & Istri Kompak Demo, Ini Gara-garanya...

Tim Redaksi: Minggu, 11 Juni 2017 | 00:52 WIB

[caption id="attachment_81168" align="aligncenter" width="350"] Para sopir dan istri berunjukrasa dengan turun ke jalan[/caption]
Maraknya aksi pungutan liar (Pungli) terhadap para supir dumptruk angkutan material dan sebagainya di sepanjang jalan Desa Bandar Sakti, kecamatan Serapit, Kabupaten Langkat, hingga menuju Desa Padang Cermin, Kecamatan Selesai, membuat para supir melakukan aksi mogok, Sabtu (10/6/2017) sore.


Aksi mogok ratusan supir dumptruck tersebut, membuat jalan yang menuju Tanjung Keriahan, Kabupaten Langkat, atau sebaliknya menjadi macet total, bahkan sempat tidak bisa dilewati para pengguna sepeda motor sekalipun.


Akibat unjuk rasa tersebut, warga yang ingin melintas terpaksa putar arah karena tidak bisa melintas sama sekali.


Sambil terus berorasi, para pengunjuk rasa yang juga sebagian besar adalah istri para supir, terus berorasi sembari membentang spanduk dan meneriakkan kata kata "Hapuskan Pungli".


"Kami minta aparat yang berwenang untuk bisa menghapuskan Pungli yang setiap harinya selalu di kutip dari para supir. Jelas ini sangat memberatkan. Bayangkan saja, sekali pengutipan bisa sampai sepuluh ribu. Sementara cukup banyak titik titik pungli yang harus di bayar oleh para supir," ucap Karman, salah seorang supir yang juga di dampingi istrinya yang bernama Sri Maryati.


Tidak hanya itu, Para Supir Dump Truck serta para istri supir, mengancam tidak akan beroperasi jika pungutan liar tersebut masih terus berjalan.


"Daripada hasil keringat suami kami untuk membayar kutipan liar, mendingan tidak usah bekerja. Kamipun punya anak yang harus kami beri makan," sambung Sri Maryati.


Di tempat yang sama, salah seorang supir yang enggan di sebutkan namanya, meminta kepada aparat kepolisian untuk menangkap para pelaku pungli.


"Kami meminta para pelaku pungli agar di tangkap. Mereka juga tidak segan segan menghancurkan kaca Truck kalau tidak memberi setoran. Kalau tidak mampu, maka kami akan lapor ke Polda. Kan ada tim Siber Pungli, kenapa mereka diam saja, seolah tidak berfungsi," ucapnya.


Walau melakukan aksi unjuk rasa, namun para warga tersebut tetap terlihat tertib dan tidak melakukan pengrusakan.


Sementara itu, Wakapolres Langkat Kompol Hendrawan Keliat, mengakui adanya unjuk rasa di Desa Bandar Sakti, Kecamatan Serapit.


"Memang kita sudah terima laporan tentang adanya unjuk rasa. Artinya laporan itu memang sudah masuk. PrihAl tidak ada anggota yang menjaga, saya akan langsung turun ke lokasi," ucap Wakapolres. (lkt-1)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait