Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Operasi Ramadniya 2017 di Sumut, Kapolri Tekankan Sinergitas Antar Personel

Tim Redaksi: Senin, 19 Juni 2017 | 19:55 WIB

[caption id="attachment_82096" align="aligncenter" width="350"] Operasi Ramadniya 2017 di Sumut, Kapolri Tekankan Sinergitas Antar Personel[/caption]

Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ramadniya tahun 2017, di Lapangan Merdeka Medan, Senin (19/6/2017) pagi.


Dalam upacara gelar pasukan ini turut dihadiri Walikota Medan Dzulmi Eldin, Kepala BNNP Sumut Brigjen Pol Andi Loedianto, Unsur FKPD, Kasdam I/BB, yang mewakili Dan Lantamal,  para Pejabat Utama Polda Sumut, Kapolrestabes Medan, Kapolres Pelabuhan Belawan dan Para Kapolsek sejajaran Polrestabes Medan.


Apel gelar pasukan ini, diselenggarakan untuk mengecek sejauh mana kesiapan akhir personel beserta kelengkapannya baik dari Polri maupun unsur terkait serta segenap potensi masyarakat yang terlibat dalam pengamanan hari Raya sebelum, pada saat dan pasca Idul Fitri 1438 H di Wilayah Provinsi Sumatera Utara agar masyarakat dalam menjalankan ibadah dengan aman, tertib dan lancar serta terwujudnya sitkamtibmas, Kamseltibcarlantas yang aman, kondusif dan baik.


Operasi Ramadniya Toba 2017 ini dilibatkan personel dari Satuan tugas Polda sebanyak 535 personel dan Satuan tugas wilayah sebanyak 7.189 personel dengan jumlah pos pam 108 dan pos yan 33. Pelaksanaan Operasi selama 16 (enam belas) hari terhitung mulai tanggal 19 Juni hingga 4 Juli 2017.


Dalam amanat Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang dibacakan pimpinan Apel Tengku Erry Nuradi mengatakan, Apel Gelar Pasukan ini merupakan wujud kesiapan Polri dalam menghadapi kegiatan pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1438 H, serta sebagai sarana untuk konsolidasi dan pengecekan personel beserta kelengkapan Sarpras, sebelum menghadapi tugas pengamanan di lapangan.


Rencana operasi dan seperangkat cara bertindak yang telah dipersiapkan, diharapkan dapat dilaksanakan secara sinergis oleh unsur pengamanan yang terlibat sehingga masyarakat Indonesia dapat merayakan Hari Raya Idul Fitri 1438 H dengan aman, nyaman, lancar dan dipenuhi dengan rasa kebersamaan.


"Kegiatan pengamanan hari Raya tahun ini ada 3 poin utama yang menjadi perhatian Bapak Presiden RI yakni terjaganya stabilitas harga pangan, kondisi kamtibmas yang kondusif dan keamanan, kelancaran serta kenyamanan arus mudik dan arus balik," kata Tengku Erry.


Dalam mewujudkan stabilitas harga pangan, Polri telah membentuk satgas pangan untuk memantau dan menjaga harga pangan agar tetap stabil. Upaya tersebut diwujudkan melalui kerjasama dengan kementerian / lembaga terkait serta penegakan hukum yang tegas terhadap para pelaku penibunan, pengoplosan, pemalsuan, maupun tindak pidana dan pelanggaran lainnya terkait pangan.


"Sedangkan, untuk menjaga kondisi kamtibmas yang aman dan kondusif, saya mengingatkan kepada seluruh kasatwil untuk mampu menekan angka kejahatan konvensial, seperti curat, curas, curanmor, copet, bius, hipnotis, dan pencurian rumah kosong melalui peningkatan kegiatan preemtif, preventif dan represif," ungkap Tengku Erry.


Kemudian, lakukan langkah deteksi dini terhadap kerawanan yang ada dengan mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas dan Intelijen di larangan. Berikan himbauan dengan public addres untuk mengingatkan masyrakat agar senantiasa waspada dan turut bersama-sama Polri dalam menjaga kamtibmas.


Di samping itu, lanjut dikatakan Erry, ditekankan kepada seluruh jajaran, untuk terus meningkatkan kegiatan sambaing dan patrol di titik-titik rawan gangguan kamtibmas, seperti terminal, pelabuhan, pemukiman yang ditinggal oleh pemilik, pusat perbelanjaan, bank dan ATM, serta tempat-tempat wisata yang ramaui dikunjungi saaat perayaan Idul Fitri.


Berkaitan dengan kelancaran arus lalu lintas, ditekankan agar seluruh personel bisa memberikan pelayanan secara All Out. Berikan atensi penuh pada titik rawan laka dan rawan macet yang ada, terutama pada puncak arus mudik yakni H-2 Idul Fitri dan puncak arus balik H+5 Idul Fitri.


Beberapa terobosan diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi para pemudik seperti keberadaan fasilitas kesehatan / Ambulance Mobile, layanan BBM Mobile, WC Umum, bengkel umum dan layanan mobil Derek serta pendirian pos-pos pelayanan dan pengamanan yang dapat digunakan oleh para pemudik untuk beristirahat. Khusus bagi satwil yang mempunyai aplikasi pelayanan publik berbasis teknologi informasi, agar dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan informasi maupun bantuan darurat. perbanyak himbauan melalui pemasangan banner, spanduk, yang dapat dilihat oleh pengemudi agar mematuhi peraturan dan rambu lalu lintas. saya berharap angka kecelakaan lalu lintas dapat berkurang dibandingkan dengan tahun sebelumnya.


Operasi terpusat ramadniya tahun 2017 akan dilaksanakan selama 16 (enam belas) hari dengan melibatkan total 187.012 personel dari kepolisian serta dibantu stakeholders terkait, mulai dari K/L, unsur TNI, hingga jajaran pemda. Pada pelaksanaan operasi tahun 2016 lalu, jumlah laka lantas mengalami penurunan sebesar 72 kasus (2,36%) jika dibandingkan tahun 2015, begitupula dengan korban meninggal dunia yang juga menurun sebanyak 88 jiwa (13,62%).


Namun demikian, data gangguan kamtibmas pada operasi tahun 2016 mengalami kenaikan sebesar 233 kasus (13,89%) jika dibandingkan dengan tahun 2015. Sedangkan angka kejahatan secara umum juga naik sebesar 164 kasus atau sebesar 10,98%.


"Untuk itu, pada kesempatan ini saya tekankan kepada seluruh jajaran untuk bekerja secara optimal. Fokus utama dalam menjaga kestabilan harga pangan, pemeliharaan kamtibmas yang kondusif, serta keamanan dan kelancaran arus mudik dan arus balik dapat dilakukan secara berimbang," tegas Erry.


Selain itu, Erry menambahkan, ciptakan harmonisasi secara sinergi diantara seluruh stakeholders yang terkait, sehingga pelaksanaan pengamanan hari raya idul fitri 1438 H, dapat berjalan dengan lebih baik, aman, tertib dan lancar dibandingkan  tahun sebelumnya.


"Seluruh jajaran hendaknya dapat bekerja dengan tulus dan ikhlas, terlebih awal operasi ini akan kita laksanakan dalam suasana bulan suci ramadhan. Semoga hal ini dapat menjadi ladang ibadah dan berkah pahala bagi kita," tambahnya.


"Sebelum mengakhiri amanat ini, selaku pimpinan polri, saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam “Apel Gelar Pasukan Operasi Ramadniya tahun 2017” ini. Pada kesempatan yang penuh kebahagiaan ini pula, kepada seluruh anggota Polri dan seluruh elemen pengamanan beserta keluarga dimanapun bertugas," tutup Tengku Erry membacakan amanat Kapolri.(sandy)


Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait