Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

MIN Gebang Sejak Dini Ajarkan Cara Hidup Bersih

Tim Redaksi: Jumat, 09 Juni 2017 | 01:08 WIB

[caption id="attachment_80946" align="aligncenter" width="350"] Situasi di Sekolah MIN Pekan Gebang[/caption]
Untuk mengajarkan kedisiplinan agar menciptakan murid yang mandiri dan berprestasi, tidaklah mudah. Perlu perjuangan serta keikhlasan para guru untuk itu semua. Oleh sebab itu, para guru harus lebih bekerja keras dalam memberikan pengajaran agar terlahir murid-murid yang memiliki prestasi serta dapat mandiri sejak dini.

Dengan menanamkan cara hidup bersih melalui gotong royong di sekolah merupakan salalh satu caranya. Setidaknya, hal ini sudah pasti dapat menciptakan keindahan di sekolah yang dapat membuat nyaman juga membuat para anak didik lebih fokus dalam belajar.

Hal itu pula yang dilakukan sekolah Madrasah Ibtidaiyah Negeri Pekan Gebang Kecamatan Gebang Kabupaten Langkat. Sekolah yang dipimpin oleh Alwi SPd itu telah berhasil meningkatkan mutu pendidikan dengan mengajarkan anak didiknya untuk terus menjaga kebersihan dengan bergotong royong.

Alhasil, dengan apa yang dilakukan pihak sekolah, mampu membuat suasana di lingkungan MIN ini tampak indah, sejuk dan nyaman. Tak hanya itu, MIN Gebang yang berada tepat di Pekan Gebang ini telah berhasil meraih Adiwiyata Kabupaten Langkat 2015 serta Adiwiyata Provinsi di tahun 2016 mengenai lingkungan.

“Kebersihan ibaratkan pola penting dalam hidup. Di mana kebersihan itu akan menciptakan hal yang tidak kita duga. Banyak yang masih mengabaikan kebersihan. Contohnya dengan cara membuang sampah sembarangan tanpa memikirkan akibat yang ditimbulkan kelak. Seperti bencana banjir serta menjadi sumber penyakit,” kata Alwi selaku kepala sekolah MIN Gebang yang disambangi wartawan di ruang kerjanya belum lama ini.

Oleh itu, katanya, semua aparatur sekolah terus meningkatkan kebersihan dan terus menanamkan kedisiplinan sejak dini kepada anak didiknya sehingga terbiasa untuk melakukan kebersihan dimana pun mereka berada. “Tentunya juga dapat lebih menjadi mandiri,” katanya.

“Seperti yang abang lihat, dengan terus menjaga kebersihan, sekolah ini tampak indah. Bahkan dengan keindahan yang tercipta, mampu menarik perhatian warga untuk menyekolahkan anak-anaknya di sekolah kami ini,” katanya sembari menambahkan, hingga saat ini sekolah itu sudah menerima 60 murid baru dan harus membatasi jumlahnya karena minimnya ruang sekolah.(ang)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait