Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Dorrr...dorrr...! Polisi Letuskan Senpi di Martubung, Ternyata Begini Ceritanya...

Tim Redaksi: Selasa, 06 Juni 2017 | 06:50 WIB

[caption id="attachment_80597" align="aligncenter" width="350"] Ribuan warga Martubung heboh dibuat isu kasus perampokan bersenpi[/caption]

Perampokan dengan menggunakan pintol mainan jenis mancis di toko peralatan rumah tangga menghebohkan warga di Pasar 7, Martubung, Kel. Tangkahan, Kec. Medan Labuhan, Senin (5/6) pukul 21.00 WIB.

Aksi pelaku yang merupakan karyawan sendiri itu dilakukan oleh Kordi Alami Nduru (22) yang sempat menodong pistol ke arah tokenya, Acai (47)‎telah diamankan di Polsek Medan Labuhan.

Ceritanya, malam itu karyawan yang menetap di Jalan Rawe I, Kel. Tangkahan, Kec. Medan Labuhan libur kerja mendatangi tempatnya bekerja. Kedatangan pria yang baru 2 bulan bekerja ini punya niat buruk ingin merampok toke tempatnya bekerja.

Tanpa rasa curiga, tokenya tak menghiraukan pelaku main ke toko, nah, ketika toko mau ditutup, Acai mencari pelaku yang berada di dalam toko, ternyata pelaku sudah berada di lantai 3.

Alangkah terkejutnya Acai melihat pelaku sudah berada di dalam kamar, pelaku yang dipergoki langsung menodongkan pistol mainan, Acai langsung menutup pintu kamar sambil mengunci.

Toke dagangan peralatan rumah tangga itu turun keluar rumah menjerit meminta tolong kepada warga, kondisi pelaku yang telah terkurung di dalam kamar nyaris di amuk warga.

Tak lama berselang, petugas Polsek Medan Labuhan mendatangi lokasi, warga yang emosi ditenangkan petugas, namun, kondisi massa tak dapat dikendalikan, polisi pun meletuskan tembakan ke udara.

Pelaku yang berada di dalam kamar lantai 3 diamankan polisi, lagi - lagi warga yang heboh mencoba ingin memukuli pelaku ditenangkan polisi, namun, warga tetap saja mencoba untuk menyerang pelaku.
[caption id="attachment_80598" align="aligncenter" width="350"] Pelaku diamankan petugas[/caption]
Polisi kembali mengarahkan tembakan ke udara, kemudian pelaku berhasil dibawa ke Polsek Medan Labuhan. "Kami dengar tadi ada perampokan pakai pistol, makanya warga semua ngamuk," kata Abu Hasan di lokasi.

Setibanya di kantor polisi, pelaku yang telah diamankan mengaku nekat melakukan perampokan karena kesal uang kerajinan sebesar Rp300 ribu dipotong oleh tokenya. "Aku sakit hati, uang kerajinan aku dipotong, makanya aku merampok," kata Kordi di kantor polisi.

Kanit Reskrim Polsek Medan Labuhan, AKP Ponijo dikonfirmasi membenarkan pelaku merampok menggunakan pistol mainan. "Pelaku sudah kita amankan, tidak ada harta benda korban diambil pelaku," kata Ponijo. (mu-1)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait