Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Diancam Demo Besar, Polisi Bentuk Tim Basmi Pungli Truk

Tim Redaksi: Selasa, 13 Juni 2017 | 05:49 WIB



Aksi pungutan liar (pungli) terhadap para supir Dump truk angkutan material dan sebagainya di sepanjang jalan Desa Bandar Sakti, Kecamatan Serapit, Kabupaten Langkat, hingga menuju Desa Padang Cermin, Kecamatan Selesai, terus berkelanjutan.


Sayang, sejauh ini belum ada tindakan tegas dari aparat keamanan dan tim saber pungli sehingga membuat masyarakat dan supir resah, meski warga sempat turun ke jalan menggelar aksi demo. "Belum ada hasilnya sejauh ini bang, soalnya belum ada juga pergerakan dari aparat setempat," sebut Rudi Surbakti, salah satu supir, Senin (12/6) sore.


Dengan kondisi ini, mereka mengaku akan menggelar aksi lebih besar lagi. Karena mereka sudah bosa dengan maraknya aksi pemalakan yang dilakukan oleh sebagian oknum pereman disana.

"Gimana kami tidak resah? Asal tidak diberi, mobil kami dirusak. Contohnya ada dua mobil yang dilempar, kami juga sudah buat laporan ke Polres, tapi seolah tidak ada tindak lanjutnya," sambung Dedi, warga lain mengaku sempat akan menggelar aksi demo sore tadi.

Namun Kepala Desa mengumpulkan warga untuk mencari solusi di Balai desa setempat.

Akibat maraknya aksi pungli yang terjadi di kampung mereka, setiap warga yang akan membeli barang di Kota Binjai yang berdekatan dengan kampung mereka, warga harus mengocek uang lebih untuk membayar ongkos kepada supir atau toko.


Sebab, jika tidak memberi uang lebih, maka baik toko dan supir enggan mengantar barang karena ongkos akan bertambah karena aksi pemalakan. "Inilah yang terjadi di kampung kami bang. Makanya kami sangat resah dan berharap tindakan tegas dari aparat setempat membasmi aksi pungli," tegas Sumarni, warga lain.

Menyikapi masalah ini Kapolres Langkat AKBP Dede Rojuddin SIK melalui Kanit Pidum Iptu Zul Iskandar Ginting SH mengaku tengah membentuk tim. Dimana tim ini setidaknya bisa bereaksi cepat guna mengamankan para pelaku pungli atau pereman disana.


"Ini kita sudah bentuk tim, baru saja tadi kita dikumpulkan dan diarahkan oleh Kabag Ops membahas masalah ini. Besok kita langsung bergerak ke lapangan guna mengamankan para pelaku," tegas Kanit Pidum.


Sementara itu, sebelumnya Wakapolres Langkat Kompol Hendrawan Keliat, mengakui adanya unjuk rasa di Desa Bandar Sakti, Kecamatan Serapit.


"Memang kita sudah terima laporan tentang adanya unjuk rasa. Artinya laporan itu memang sudah masuk. PrihAl tidak ada anggota yang menjaga, saya akan langsung turun ke lokasi," ucap Wakapolres. (lkt-1)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait