Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Asmara Janda Berujung Maut, Dua Anaknya Juga Kritis Dibacoki

Tim Redaksi: Kamis, 29 Juni 2017 | 15:27 WIB

Kisah Asmara Ibu Berujung Maut, Dua Anaknya Juga Kritis Dibacoki


Warga sekitar Dusun III, Desa Baru, Kecamatan Pancurbatu seketika heboh. Teriakan minta tolong membuat mereka terpaksa terbangun dari tidur, Kamis (29/6/2017) sekitar pukul 02.00 wib tadi. Ternyata, satu rumah di sana sedang terjadi pembunuhan. Si ibu tewas, sedang dua anaknya kritis.

Malam itu, suasana kampung hening seperti biasa. Tapi, tiba-tiba saja Emiya Br Gurusinga (16) tahun menjerit histeris. Dia minta tolong hingga membuat warga sekitar Jln. Karya Gg. Muslimin Dsn - III Ds. Baru Kec. Pancurbatu itu, terjaga dari tidur.

Jenda Lit Karo Sekali kepada petugas  menerangkan, Emiya berlari ke rumahnya sembari berteriak minta tolong. Ketika ditanyakan kenapa, Emiya mengatakan dia baru saja dibacok oleh Diaz Tarigan alias Batu (30) kekasih ibunya yang juga menetap di dusun yang sama.

Kemudian, Jenda bersama warga lainnya, termasuk Nurmin br Barus dikejutkan lagi atas kedatangan Wiranta Guru Singa (6 thn), adik kandung Emiya. “Tolong mamakku,” teriak Wiranta sembari menangis dengan tubuh yang juga berdarah-darah.

Sejurus kemudian, warga bersama kepala desa setempat mendatangi gubuk korban dan menemukan Rasmi Rasita Br Gnting (45) sudah tewas bersimbah darah. Selanjutnya kedua anak korban, Emiya dan Wiranta dilarikan ke Rumah Sakit Umum Pusat H Adam Malik.

Setelah mendapat informasi, petugas dari Polsek Pancurbatu langsung turun ke TKP yang kemudian menghubungi Unit Hanafis Polrestabes Medan. Di dalam gubuk petugas menemukan mayat Rasmi Rasita yang sedang dalam kondisi hamil. Di sekujur tubuhnya didapati luka, terutama di bagian kepala dan wajah akibat bacokan. Lalu, korban diboyong ke RS Bhayangkara Polda Sumut untuk dilakukan visum et revertum (VeR).

Petugas yang mengetahui kedua anak korban sudah dilarikan ke RSUP H Adam Malik, kemudian meluncur guna mendapatkan keterangan lebih lanjut. Berdasarkan penyelidikan, kuat dugaan tersangka Diaz memiliki hubungan asmara.

“Korban sudah cerai dengan suaminya, sudah tidak satu rumah lagi. Sementara antara korban (Rasmi-red) dengan pelaku (Diaz-red) ada hubungan asmara. Kemungkinan pelaku cemburu karena ada pihak ketiga, hingga korban sakit hati,” ujar petugas yang meminta namanya jangan dimediakan.


Sayangnya, Kapolsek Pancurbatu Kompol Frido Gultom yang dihubungi beberapa kali selalu bernada sibuk. Sedangkan beberapa pesan yang dikirim via Whatsapp tak kunjung dibalas, meski dibaca.

Sementara Kanit Reskrim Polsek Pancurbatu, Iptu Sehat Tarigan mengamini adanya kejadian ittu. Namun hingga kini, pihaknya masih mencari keberadaan tersangka Diaz. (red)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait