Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Wabah DBD Jangkiti Puluhan Warga di Huragi

Tim Redaksi: Selasa, 30 Mei 2017 | 22:17 WIB

[caption id="attachment_79980" align="aligncenter" width="817"] Warga masyarakat di Desa Ujung Batu 5, Kecamatan Huragi, Palas, saat persiapan foging secara swadaya.
[/caption] sudah ada 50 orang warga di Desa Ujung Batu 5 (Aliaga 5-red), Kecamatan Hutaraja Tinggi (Huragi), Kabupaten Padang Lawas (Palas), yang terjangkit kasus demam berdarah dengue (DBD).

Syukurnya, semua kasus DBD yang menjangkiti warga, bisa segera ditangani oleh pihak rumah sakit, berkat kerjasama warga desa setempat secara bergotong royong, menyelamatkan warganya yang terjangkit penyakit DBD.

"Memang, kasus-kasus DBD yang menjangkiti warga, alhamdulillah bisa cepat kita tangani bersama. Untuk lebih menjamin jentik nyamuk penyebab DBD bisa dibunuh secara tuntas, kami bersama warga melakukan foging (pengasapan-red) secara swadaya," ujar Kepala Desa Ujung Batu 5, Supadi, kepada wartawan, Selasa (30/5/2017).

"Upaya foging secara swadaya ini, kami lakukan, sebagai lanjutan kegiatan foging yang telah dilakukan oleh pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Palas sebulan yang lalu, yang kami nilai kurang maksimal. Karena belum seluruh rumah warga masyarakat kami di sini dilakukan foging," ujarnya.

Untuk mesin foging, lanjut Supadi, dibantu atau dipinjam pakaikan dari perusahaan PT. DVP. Sedangkan obat pembunuh nyamuk dan nyamuk, dibantu oleh Jenti Mutiara Napitupulu, Anggota DPRD Palas dari Fraksi PDI Perjuangan.

"Kami berharap, dengan kegiatan foging secara swadaya ini, jentik nyamuk penyebab penyakit DBD maupun malaria bisa dibunuh dari desa kami, dan warga masyarakat di desa kami bisa terbebas dari penyakit DBD dan malaria," pintnya.

Sementara, Jenti Mutiara Nitupulu menyebutkan, kegiatan foging ini dilakukannya bersama warga di Desa Ujung Batu 5, sudah dimulai sejak semalam sore hari, Senin (29/5/2017), dimulai pada pukul 17.00 wib sampai selesai. "Hari ini, kami lanjutkan, hingga selesai, seluruh rumah warga di sini difoging," ujarnya

"Kenapa harus sore hari dilakukan foging. Karena warga di sini sedang berpuasa. Selain itu, di waktu sore hari, udara lebih dingin dan angin tidak berhembus kencang. Biasanya asap foging yang disemprotkan bisa turun ke tanah tidak menguap ke udara. Diharapkan hasil fogingnya bisa maksimal," sebut Anggota Komisi B DPRD Palas ini.

"Sebenarnya, kita bersama mitra kerja Dinkes Palas, sudah meminta pihak Dinkes Palas agar melakukan foging ulang ke Desa Ujung Batu 5, yang cukup banyak terjangkit kasus DBD-nya. Karena masyarakat merasa prosesnya cukup lama, ya udah disepakati foging dilakukan secara swadaya," tegasnya.(pls-1)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait