Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Guna Majukan Bulu Tangkis, PBSI Medan dan Klub Diharapkan Duduk Bersama

Tim Redaksi: Minggu, 28 Mei 2017 | 20:49 WIB

[caption id="attachment_79792" align="aligncenter" width="767"] Tokoh muda tionghoa sekaligus pegiat olahraga bulu tangkis Kota Medan, dr Ferry Soemardi[/caption]


Tim Campuran Beregu Bulu Tangkis Indonesia kembali gagal dalam membawa pulang Piala Sudirman ke tanah air. Tercatat Indonesia hanya sekali menjadi juara Tim Beregu Campuran ini sejak pertama kali digelar tahun 1989 di Indonesia.

Salah seorang tokoh muda tionghoa sekaligus pegiat olahraga bulu tangkis Kota Medan, dr Ferry Soemardi, merasa patah semangat ketika Indonesia kalah 1-4 dari India pada laga perdana fase grup 1D, pada Selasa 23 Mei lalu.

"Kalah dari India 1-4, membuat Tim Indonesia harus menang melawan Denmark 4-1 atau 5-0 untuk mendapat poin lolos ke perempat final. Itu perjuangan berat. Besoknya (Rabu, 24 Mei) Indonesia malahan hanya menang 3-2 dari Denmark," ungkap dr Ferry saat berbincang dengan Metro-Online, Minggu (28/5/2017).

Dirinya merasa kecewa terhadap pasangan ganda putra Indonesia yang seharusnya sudah bisa menyumbangkan poin karena sudah menang di set 1 dan sudah match poin di set ke 2 maupun 3 yang akhirnya kalah pula.

"Tapi saya apresiasi perjuangan para pemain saat bertanding melawan Denmark," ujar pria berkacamata yang tergabung dalam beberapa organisasi ini.

Dr Ferry menceritakan, sejak tahun 1991, Piala Sudirman sudah direbut dari tangan Indoesia, padahal Indonesia yang mencetuskan Piala Sudirman ketika pertama digelar tahun 1989 di Indonesia.

"Kita menang tahun itu, melawan Korea Selatan. Seterusnya tiap dua tahun sekali diselenggarakan, kita kalah sampai sekarang," jelasnya.

Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) sebagai induk organisasi cabang olahraga bulu tangkis, menurutnya, perlu mengevaluasi pemain dan pengurus di dalamnya baik secara teknis maupun non teknis.

"Semua pengurus PBSI harus dievaluasi, termasuk para pemainnya," ketus dr Ferry.

Ketika disinggung kabar kisruh PBSI Medan, dr. Ferry tidak menyalahkan siapa-siapa. Menurutnya, antara Ketua PBSI Medan dengan klub-klub, terjadi kesalahpahaman saat even Kejurkot Medan pada akhir April lalu.

Diberitakan, mayoritas klub-klub bulu tangkis Kota Medan meminta Ketua PBSI Medan, Heryson Edhi Suwidar yang baru terpilih dan dilantik belum sebulan (periode 2017-2021), untuk mundur dari jabatan.

"Klub-klub sudah memilih Ketuanya. Pelantikan baru saja dilaksanakan seiring Kejurkot kemarin. Tentu banyak hal yang tidak dapat terkoordinasikan dalam tempo waktu singkat menuju Kejurkot. Klub-klub harap maklum lah," katanya.

Untuk mensinkronkan semua kegiatan PBSI ke depannya, lanjut dr Ferry, Ketua PBSI Medan juga harus merangkul kembali klub-klub yang telah memilihnya menjadi ketua.

"Demi memajukan olahraga bulu tangkis yang makin terpuruk, klub-klub dan Ketua PBSI Medan harus duduk diskusi bersama. Saling memaklumi dan memahami agar tercapai sinkronisasi tujuan bersama memajukan bulu tangkis kita," pungkasnya.(sandy)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait