Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Festival Bakcang 2017, Ketua PSMTI : Tradisi Tionghoa Harus Dilestarikan

Tim Redaksi: Rabu, 31 Mei 2017 | 07:37 WIB



Paguyuban Sosial Marga Tionghoa (PSMTI) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menggelar Festival Bakcang 2017, Selasa (30/5/2017) di Komplek Bilal Central No A1-A2 Jalan Bilal Ujung Medan.

Festival Bakcang merupakan salah satu kebudayaan dari Tiongkok yang terus dilestarikan dan dikembangkan oleh etnis Tionghoa di Indonesia.

Mengawali perayaan Bakcang, sekitar pukul 12.00 WIB, panitia mengadakan lomba ber-dirikan telur di lantai yang diikuti oleh 10 peserta dengan pemenang Anton Djenadu, Tommy Wijaya dan Mariono.

Selain lomba ber-dirikan telur, festival ini diramaikan dengan lomba makan bakcang dengan berbagai hadiah yang menarik, di mana pemenangnya adalah Viktor, Tommy Wijaya dan Alex Tjong.

Pada kesempatan ini, Ketua PSMTI Sumut Tongariodjo Angkasa Ginting SE, MBA, MM, Msc alias Athong mengatakan, meski perayaan bakcang merupakan budaya dari Tiongkok, namun sekarang ini etnis Tionghoa bisa langsung melihat di Indonesia.

"PSMTI akan terus melestarikan dan mengembangkan tradisi ini, sehingga generasi penerus dapat mengetahui dan menikmati salah tradisi Tionghoa," kata Athong.

Dia menambahkan, salah satu tugas dari PSMTI adalah melestarikan seni dan budaya Tionghoa. Festival Bakcang ini merupakan kebudayaan Tionghoa yang sudah ada ribuan tahun lalu.

"Sebagai generasi penerus etnis Tionghoa, sudah sepantasnya perayaan Bakcang ini dilestarikan, dipertahankan dan dikembangkan," tegasnya.

Athong menjelaskan, pada perayaan bakcang ini, panitia acara juga menyiapkan perlombaan berdirikan telur. Berkat perhitungan ilmu perbintangan yang cukup tinggi, saat itu dipercayai telur bisa berdiri karena pada tanggal 5 bulan 5 tahun Imlek, posisi bumi, bulan dan matahari dalam garis lurus.

"Ini merupakan sebuah keajaiban sebab telur bisa berdiri di atas tanah atau keramik mulai pukul 11.00 WIB hingga 11.30 WIB. Kegiatan seperti ini akan terus kita lestarikan," jelasnya.

Sementara, Ketua Dewan Penasehat PSMTI Sumut Eddi Djuandi didampingi Ketua Dewan Kehormatan Teh Kia Tjo mengatakan, tradisi festival bakcang berawal dari cerita masa lalu sekitar ribuan tahun pada saat Dinasti Chou.

Dijelaskan, waktu itu ada seorang Perdana Menteri yang jujur dan setia pada negaranya. Tapi karena ada pihak yang tidak senang, maka sang Menteri itu diasingkan oleh Raja ke Sungai Miluo dekat sebuah danau.

"Sang menteri pun kecewa, apalagi mendengar negara yang dia cintai diserang negara lain. Wujud kekecewaannya itu, dia menceburkan diri ke sungai, bertepatan pada tanggal 5 bulan 5 tahun Imlek," katanya.

Lalu, sambung Eddy, rakyat yang merasa sedih lantaran kehilangan sosok menteri yang dicintainya, melakukan upaya pencarian dengan menggunakan ratusan perahu.

Mereka juga melemparkan nasi dan makanan lain ke dalam sungai dengan maksud agar ikan dan udang dalam sungai tersebut tidak mengganggu jenazah sang menteri.

"Kemudian untuk menghindari makanan tersebut dari naga dalam sungai tersebut, maka mereka membungkusnya dengan daun-daunan yang sekarang makanan tersebut dikenal dengan nama kue bakcang. Kegiatan itu tiap tahun dilakukan," tutupnya.

Sebelumnya, pada kesempatan yang sama, Ketua PSMTI Sumut Tongariodjo Angkasa Ginting SE, MBA, MM, Msc juga meresmikan kantor Sekretariat Paguyuban Sosial Marga Tionghoa (PSMTI) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dan kantor Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Ikatan Pemuda Tionghoa Indonesia Sumatera Utara (IPTI Sumut).

"Kantor ini akan menjadi tempat untuk kegiatan PSMTI dan IPTI Sumut. Semoga kedua organisasi ini dapat maju dan terus jaya dan dapat berkontribusi kepada masyarakat tanpa membedakan suku, agama dan ras," tandasnya.

Hadir dalam peresmian, Ketua Dewan Penasehat Eddi Djuandi didampingi Ketua Dewan Kehormatan Teh Kia Tjo, Wakil Ketua Bidang Sosial, Solihin Chandra, Wakil Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan Jocelie, Wakil Ketua Bidang Humas Kundjung, Ketua PSMTI Medan Djono Ngatimin.

Kemudian, Ketua IPTI Sumut Edy Susanto, Sekretaris IPTI Sumut Henky Cong dan beberapa pengurus IPTI Sumut lainnya.(sandy)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait