Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Derajat Kesehatan di Kabupaten Asahan Alami Kenaikkan

Tim Redaksi: Selasa, 30 Mei 2017 | 18:31 WIB

[caption id="attachment_79959" align="aligncenter" width="700"] Ilustrasi pemeriksaan kesehatan masyarakat[/caption]

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan, dr Aris Yudhariansyah MM mengatakan pembangunan kesehatan di Kabupaten Asahan pada periode waktu ke waktu sudah mengalami perbaikan dan berhasil menurunkan berbagai indikator, terutama terkait derajat kesehatan masyarakat.

“Tahun 2016,kita sudah bisa menurunkan angka kematian bayi (AKB) sebesar 3,22 % dari tahun 2015 lalu sebesar 7,10 %.Cakupan balita gizi buruk juga sudah mengalami kenaikan sebesar 0,17 % dari tahun sebelumnya yang berjumlah 0,19 %,” kata dr Aris Yudhariansyah kepada wartawan, Senin (29/5/2017).

Pada pelayanan Atntenatal/pemeriksaan kehamilan pada tahun 2016 sebanyak 14.941 orang, Pemantauan ibu hamil dengan resiko tinggi sebesar 3247 orang. Pemantauan kesehatan neonatus sebanyak 13.665 orang. Sedangkan Realitas kegiatan terhadap pemeriksaan dan sosialisasi IVA sebanyak 200 orang.

Pelaksanaan Vaksinasi meningitis dan influenza bagi calon haji sebesar 323 orang,sedangkan pada pelacakan kasus kematian ibu termasuk autopsi verbal sebanyak 17 kasus kematian.

“Saat ini,tingkat kesadaran masyarakat di Kabupaten Asahan yang mempunyai Jaminan Kesehatan melalui program JKN-BPJS di tahun 2016 sebesar 383.735 jiwa,jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berjumlah 364.020 jiwa, “terangnya.

dr Aris juga mengungkapkan bahwa dari segi pembangunan,Dinas Kesehatan Asahan telah melaksanakan pembangunan baru gedung Puskesmas yang berada di Desa Air Teluk Kiri,Kecamatan Teluk Dalam, rehab berat Puskesmas Hessa Air Genting di Kecamatan Air Batu,pembangunan perluasan gedung instalasi farmasi, rehab sedang puskesmas Gambir Baru Kecamatan Kisaran Barat, dan rehab serta penambahan ruangan pelayanan penderita TB Paru di Pustu Kisaran Kota.

Kepala Dinas Kesehatan Asahan menjelaskan bahwa untuk segi penyakit menular mulai menurun sementara penyakit tidak menular mulai meningkat,seperti stroke dan kanker serviks.

Langkah yang akan dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut akan diupayakan melalui gerakan masyarakat hidup sehat (Germas) dan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) seperti menyediakan dan mengembangkan sarana fisik, ruang terbuka hijau publik, sarana bebas kendaraan bermotor, jalur sepeda, dan jalur pejalan kaki yang representatif dan aman.(rial)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait